Deli Serdang (Sabtu, 14/2/2026) | Viral di media sosial terkait roti berjamur yang ditemukan wali murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 101896 Kiri Hulu Tanjung Morawa pada jumat, 13/2 yang disalurkan oleh salah satu Yayasan pengelola Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Tanjung Morawa lewat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Bandar Labuhan.
Paketan snack pada biasanya diberikan setiap hari jumat untuk dikonsumsi pada hari Sabtu ke siswa siswi SD Negeri I Kiri Hulu Tanjung Morawa kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.
Namun, Orang Tua Wali Murid mengeluh ketika anaknya pulang sekolah membawa paketan snack makanan ringan. Di dalam paketan tersebut ditemukan nya roti yang sudah berjamur, menurut orang tua wali murid makanan snack yang diberikan pihak Yayasan pengelola MBG tersebut tidak higeinis.

Klarifikasi Asissten Lapangan (Aslap) Muhammad Yusuf dari pihak Yayasan sebagai pengelola MBG yang bermitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Bandar Labuhan, yang ia tidak mau menyebutkan nama Yayasan nya tersebut, bahwa roti yang berjamur itu mereka beli dari grosir kota Medan.
“Saya salah satu dari pihak MBG yang viral saat ini, dan sebenarnya sih bukan kesalahan kami tapi pihak grosir, sebelum disalurkan hari jumat, sore kamis nya kami cek lebih dahulu dan kami makan masih aman saja semuanya.” Ujarnya
“Sebelum kami salurkan kesekolah, Sangking banyaknya roti ini, kami tidak sempat mengeceknya satu persatu, dan kami dapat berita roti ini berjamur, kami langsung menarik roti itu dari sekolah-sekolah dan kami ganti dengan yang baru.” Jelasnya
“Dan baru sekali ini kami beli roti disalah satu toko terbesar di medan. Kami salah satu MBG Tanjung Morawa meminta maaf kepada pihak sekolah, masyarakat dan para ibu-ibu, ini bukan kesalahan kami buk, tapi kesalahan pihak grosir.” Ucap Yusuf
“Untuk makanan snack ini, kami bagikan disetiap hari jumat untuk di hari sabtu, karena kami setiap hari sabtu libur dari pusat dan tidak ada di hari sabtu pembagian MBG bang.” Tutup Yusuf
Reporter: Ahmad Jais Sembiring
Langsung ke konten









