JAKARTA | Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan pihaknya akan mendampingi ratusan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat, baik melalui advokasi maupun menjembatani bantuan sosial.
“Kami tidak akan membiarkan buruh berjuang sendirian. Solidaritas dan kebersamaan adalah kunci menghadapi masa-masa sulit ini,” kata Andi Gani dalam keterangannya, Kamis (18/9/2025).
KSPSI sendiri telah meneruskan bantuan sembako dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada ratusan buruh terdampak untuk meringankan beban kebutuhan harian mereka, pada Kamis.
Penyerahan bantuan dimulai di Kantor DPD KSPSI Kota Bandung. Andi Gani menyerahkan bantuan bagi 700 buruh di Bandung yang terkena PHK.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Gani didampingi Ketua DPD KSPSI Jawa Barat Roy Jinto Ferianto, dan dan Dirkrimsus Polda Jawa Barat Kombes Pol Wirdhanto.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kapolri atas kepedulian kepada para buruh yang tengah menghadapi situasi sulit akibat PHK,” kata Andi Gani.
Selain itu KSPSI juga memberikan semangat kepada buruh agar tetap memiliki harapan. Ia mendorong buruh terdampak PHK untuk mengikuti program penyaluran kerja kembali yang tersedia di Cirebon dan Brebes.
Selanjutnya, Andi Gani meneruskan kegiatan pembagian sembako untuk 1.500 buruh terdampak PHK di Garut.
Dalam kegiatan di Garut, Andi Gani didampingi Kapolres Garut AKBP Yugi, Ketua DPC KSPSI Garut Andri, serta Ketua DPD KSPSI Jawa Barat Roy Jinto Ferianto.
Andi Gani memuji semangat luar biasa para buruh yang terus memperjuangkan hak-haknya.
Ia mengajak buruh untuk mengikuti program penyaluran kerja kembali ke Kabupaten Cirebon dan Brebes, mengingat ada perusahaan sepatu yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Ketua DPD KSPSI Jawa Barat Roy Jinto Ferianto juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kapolri kepada buruh yang terkena dampak PHK.
“Terima kasih atas perhatian luar biasa Kapolri yang selalu memperhatikan permasalahan buruh. Ini menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah kesulitan yang dialami para pekerja,” ucapnya.
(Red)
Langsung ke konten
















