Suheryanto Kades Lengau Serpang, Diduga Markup Mesin Alat Pertanian, Pelihara Ikan Gurame di Kolam Sendiri, Anggran Posyandu dan, Lembu, Kambing Fiktif!
DELI SERDANG | (Selasa, 13/5/2025). Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes) mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mengawasi dana desa. Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan dana desa dan memastikan dana desa digunakan secara transparan dan akuntabel.
Namun, masih saja ada desa yang diduga kurangnya transparan, seperti salah satu desa Lengau Serpang kecamatan Tanjung Morawa kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.
Dana Desa Lengau Serpang tahun 2023 dengan pagu sebesar Rp. 1.034.979.000. Dan di tahun 2024 dengan pagu Rp. 1.042.561.000. Terkait hal ini, diduga adanya mark-up yang dilakukan kepala desa Lengau Serpang, Suheryanto, dalam mengelola dana desa nya tersebut.
Seperti yang telah dikutip oleh Tvnyaburuh, dana desa Lengsu Serpang, dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui buku Panduan Cegah Korupsi dalam aplikasi format digital yang telah diluncurkan pada helatan hari antikorupsi sedunia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada Senin (9/12/2024) tahun yang lalu.
Dan inilah hasil rangkuman dari investigasi Reporter Tvnyaburuh.com dan Utomonews.com, dilapangan, penggunaan dana desa Lengau Serpang untuk tahun 2023 dan 2024, sebagai berikut:
Katagori:
Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa (Lumbung Desa, dll) Rp 106.950.000
Bantuan Perikanan (Bibit/Pakan/dst) Rp 17.400.000
Sedangkan untuk tahun 2024, Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 2.600.000
Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 11.750.000
Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 29.070.000
Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 58.140.000
Terkait ketahanan pangan dan pengadaan alat pertanian yang disalurkan pemerintah desa Lengau Serpang, Suheryanto melalui Bendahara nya, Muhammad Irfandi, sekira pukul 12:00 Wib (6/5), ia menjelaskan kalau mereka menyalurkan kambing 55 ekor dengan harga bervariasi di 1.5jt, 1.8jt, sampai 2jt. Dan bibit gurame 1200 ekor di harga Rp2200 sampai Rp2500 untuk tahun 2023 dan 2024. Alat pertanian, seperti, mesin babat rumput 4 unit diharga 2jutaan, sedangkan tahun 2024 menyalurkan 6 ekor lembu induk berumur 2 tahun di harga 12juta 700ribu rupiah. Jelasnya
Dari 11 ketua kelompok tani di desa Lengau Serpang, salah satu ketua kelompok tani dari 11 tersebut, yang tidak mau dipublikasi namanya, sebut saja Supri, ia mengatakan “Kalau bibit ikan infonya yang saya dengar ada, cuma bibit ikan gurame itu untuk kolam pak kades, ada 3 kolam, dan untuk kambing, kelompok ternak yang menerima, kalau untuk alat pertanian, kepompong ampibi air yang kecil PU yang ngasih bang, soalnya musrembang 2023 saya tidak di undang bang, malah musrembang 2024 bang,” jelasnya
Lanjutnya lagi “Kalau alat produksi tahun 2024 setau saya tidak ada disalurkan bang, kami sering mengajukan ke dinas ajanya kalau untuk alat produksi, cuma ketapang ini untuk 2023 dan 2024 untuk pembuatan jembatan penyebrangan jetor bang, dan 6 ekor lembu setau saya tidak ada disalurkan bang untuk tahun 2024, kalau kambing boleh abang tanya sama pak Marsono ketua kelompok ternak.” Ujarnya
Salah satu warga yang tak mau menyebutka namanya ketika dikonfirmasi tvnyaburuh, usai melaksanakan solat ashar di musolah yang tak jauh dari kantor desa tersebut mengatakan “Kambing dan lembu sudah ada 5 tahun yang lalu dimiliki oleh kepala desa bang, dan untuk tahun 2023 sama tahun 2024 nggak ada pihak desa menyalurkan lembu dan kambing, setau saya yang punya kambing mantan kadus, yang sekarang jadi ketua kelompok tani, yang tadinya dia nggak ada kambing, sekarang ada kambingnya, kalau ada pun disalurkan orang-orang itulah yang dapat.” Ujarnya


Terkait posyandu di desa Lengau Serpang ada 4 dusun, 1 dusun 5 orang anggota posyandu, dan Bidan desa atau sebagai ketua posyandu Buk Budi Arisni Siregar, menerima insentif posyandu, 150ribu per-orang, per-enam bulan diberikan kepada pengurus posyandu.
Sedangkan anggaran tahun 2023 dan 2024 yang dikeluarkan sungguh fantastis, berikut rinciannya dibawah ini:
Poasyandu tahun 2023:
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 4.000.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 31.440.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 125.718.000
Dan untuk anggaran posyandu 2024:
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 15.000.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 27.600.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 15.000.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 3.862.500
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 25.800.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 52.875.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 13.800.000.
Dan Penyuluhan Pelatihan Pendidikan bagi masyarakat hingga memakan anggaran Rp151.138.500.
Kepala desa Lengau Serpang, Suheryanto, ketika di konfirmasi pagi tadi di chat via whatsapp sekira pukul 06:52 Wib tidak menjawab, bahkan di telpon via whatsapp tidak mengangkat, bukan hanya sampai disitu saja, sekretaris desa, Nining, di chat via whatsapp dan di telpon via whatsapp tidak mau mengangkat hingga berita ini diterbitkan.
Terkait hal dana desa Lengau Serpang, adanya diduga markup dan fiktif ketapang dan posyandu yang dilakukan kepala desa tersebut. Hingga sampai saat ini, tim investigasi Tvnyaburuh masih menunggu hak jawab dari kepala desa Lengau Serpang, Suheryanto.
Reporter: Ahmad Jais
Langsung ke konten








