Kanal Berita Alternatif Kaum Buruh Dan Rakyat Marginal
indexIndeks
Berita  

Ceng Beng Merupakan Ritual Ziarah Kubur, Puluhan Orang Medan Suku Tionghoa Berkunjung Kemakam Leluhur

banner 468x60
Share

Sibolga (Minggu, 5/4/2026) | Ritual Ceng Beng atau sembahyang kubur merupakan upacara perwujudan dari sikap masyarakat Tionghoa yang sangat mencintai dan menghormati leluhurnya. Seluruh keluarga baik yang ada di Medan, Tarutung, dan Sibolga atau diperantauan berupaya untuk pulang dan melaksanakan ritual tersebut.

Sama halnya dengan sebagian masyarakat Muslim yang memiliki tradisi ziarah kubur sebelum Ramadhan. Begitu juga masyarakat Tionghoa memiliki Ceng Beng atau ziarah kubur yang dilaksanakan sekitar dua bulan setelah Hari Raya Imlek. Bahkan di beberapa negara Asia Ceng Beng diperingati sebagai hari libur nasional.

Kegiatan ritual dimulai dengan membersihkan kuburan atau pendem yang biasanya dilakukan 10 hari sebelum pelaksanaan Ceng Beng.

Dan kata Ceng Beng sendiri, diambil dari kalimat bahasa Hokkien, sedangkan bahasa Qingming diambil dari bahasa Mandarin, Qing berarti “bersih” dan “Ming” berarti “terang”. Secara keseluruhan, Qingming bermakna “Terang dan Jernih”.

Qingming adalah tradisi tahunan masyarakat Tionghoa untuk ziarah dan membersihkan makam leluhur yang merupakan wujud bakti (Xiao) untuk menghormati nenek moyang dengan menabur bunga, berdoa, dan membawa persembahan makanan, sekaligus menjadi momen reuni keluarga besar. 

Puncak kegiatan dilaksanakan pada tiap tanggal 4 atau 5 April kalender Masehi. Kegiatan yang dilaksanakan sejak dini hari hingga terbit matahari dengan melakukan sembahyang dan meletakan sesajian berupa aneka buah-buahan (samkuo), ayam atau sam sang (babi), arak, aneka kue dan makanan vegetarian (cai choi), uang kertas (kim cin) dan membakar garu (hio).

Terlihat suasana diperkuburan Simaw-maw di kabupaten Tarutung dan perkuburan Santeong di Sibolga cukup ramai orang suku tionghoa berdatangan dari segala penjuru di setiap kabupaten/kota Sumatera Utara dan bahkan dari Jakarta.

Disuasana perkuburan tersebut, Reporter TVnya Buruh mencium aroma hio yang sangat menyengat hidung, serta ditawari makanan yang usai di sembayangi di perkuburan Santeong di Sibolga tersebut.

Warga kota Medan salah satunya bernama nyonya Linda dan nyonya Lusiana dari Tanjung Morawa yang ditemani saudaranya dari Jakarta bernama Fernandos berharap tahun ini agar sekeluarga diberi kesehatan oleh Tuhan yang maha esa, dan lancar segala urusannya.

“Semoga kedpannya kami dapat berziarah dengan anak-anak, dan tahun ini berharap kesehatan dan lancar rezeki.” Ujar Nyonya Lusiana dan Nyonya Linda

 

Reporter: Ahmad Jais

banner 468x60