LABUHANBATU | TVNYABURUH, – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) se-Kabupaten Labuhanbatu menggelar konsolidasi besar dalam rangka persiapan Aksi May Day 2026, Minggu (26/4), di Warkop Millenial, Rantauprapat.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua PC SPPK-FSPMI Labuhanbatu, Wardin, dan dihadiri sekitar 30 peserta dari perwakilan Pimpinan Unit Kerja (PUK) serta jajaran pengurus KC dan PC FSPMI Labuhanbatu.
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta menyepakati satu sikap bersama: buruh FSPMI se-Labuhanbatu siap turun ke jalan pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026.
“Kegiatan ini untuk memutuskan secara bersama-sama dengan seluruh pimpinan PUK dalam mempersiapkan Aksi May Day 2026,” tegas Wardin.
Ia menambahkan, hasil diskusi menunjukkan kesatuan sikap dari seluruh elemen serikat untuk menggelar aksi secara terorganisir di Labuhanbatu.
“Kita telah mendengar seluruh pandangan dari PUK yang hadir, dan semuanya sepakat akan menggelar Aksi May Day 2026,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua KC FSPMI Labuhanbatu, Budi Syahputra, menegaskan bahwa May Day merupakan momentum historis perjuangan buruh di seluruh dunia dalam menuntut keadilan kerja.
“May Day adalah hari bersejarah bagi kaum buruh untuk memperjuangkan upah dan kondisi kerja yang layak. Di Labuhanbatu, FSPMI telah konsisten menggelar aksi setiap tahun sejak 2023. Ini adalah bukti komitmen kami dalam memperjuangkan perubahan yang adil,” ujarnya.
Konsolidasi yang berlangsung dari pukul 11.45 WIB hingga 15.00 WIB tersebut juga menunjukkan antusiasme tinggi peserta. Semangat perjuangan tampak dari komitmen bersama untuk mengawal isu-isu ketenagakerjaan yang dinilai masih merugikan buruh.
Adapun sejumlah tuntutan yang akan diusung dalam aksi May Day 2026 antara lain:
– Mendesak pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh
– Menghapus sistem outsourcing dan upah murah
– Menolak pajak terhadap THR, pesangon, JHT, dan JP
– Menghentikan praktik perbudakan modern di perkebunan kelapa sawit
– Mendorong penerapan struktur dan skala upah di seluruh perusahaan perkebunan
– Mendesak Disnaker mengeluarkan anjuran sesuai regulasi tanpa penundaan
– Pembentukan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di seluruh perusahaan
– Mengusut tuntas laporan FSPMI di Wasnaker Wilayah IV Sumut
– Menghentikan pemberangusan serikat pekerja berkedok PHK efisiensi
– Mendesak pembentukan Desk Ketenagakerjaan di Labuhanbatu
Rencananya, aksi May Day 2026 akan dipusatkan di Kantor Bupati Labuhanbatu, DPRD Labuhanbatu, serta Simpang Enam Rantauprapat.
Konsolidasi ini turut dihadiri perwakilan PUK SPPK-FSPMI dari berbagai perusahaan, di antaranya PT SMA Kebun Aeknabara, PMKS PT CIP, PMKS PT DLI Pangkatan, PT RSK, PT HSJ Kebun Negeri Lama Central, PT ISJ, serta PT DLI Kebun Sei Deras.
Dengan hasil konsolidasi ini, FSPMI Labuhanbatu menegaskan kesiapan penuh untuk menggelar aksi besar sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah dan perusahaan agar memenuhi tuntutan buruh secara adil dan berkelanjutan. (MP)
Langsung ke konten








