WAY KANAN | Adanya dugaan indikasi pengalihan anggaran ketahanan pangan ke pembangunan fisik berupa pembangunan lapangan parkir seluas 6 M x 25 M yang terletak dikampung Tanjung Kurung Lama Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan Lampung, Inspektorat dan Dinas PMK Way Kanan angkat bicara, Selasa(15/07/25).
Inspektur Inspektorat Way Kanan, Bakarudin SE, Angkat bicara, Ia menjelaskan koordinasi pihak kecamatan”Mungkin bisa ke kecamatan Krn mereka yg memverifikasi pengalihan rencana tsb” Ungkapnya.
Terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Way Kanan, Ixuan Ahmadi melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan telah dikoordinasi dengan kecamatan”Saya sdh koordinasikan dg Camat..terlait dg pemberitaan ini” Terangnya.
Telah diterbitkan Berita Sebelumnya dengan judul
Kepala Kampung Tanjung Kurung Lama Disinyalir Mengakui Dan Membenarkan Pengalihan Dana Ketahanan Pangan
Adanya dugaan indukasi dimana diduga sebagian dari anggran ketahan pangan 20% dari anggaran dana desa , disinyalir dialihkan pada pembangunan Fisik berupa pembuatan lapangan parkir seluas 6 M x 25 M, Terkesan dibenarkan dan diakui oleh oknum kepala kampung Tanjung Kurung Lama Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan Lampung,( 14-07-2025).
Hal tersebut diungkap Hendra Ali. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Badan Peneliti Aset Negara Kabupaten Way Kanan. Ia mengatakan, Tidak adanya klarifikasi atau hak jawab yang disampaikan oleh oknum kepala kampung Tanjung Kurung Lama Kecamatan Kasui pada media yang telah menerbitkan pemberitaan, patut diduga Oknum Kepala Kampung mengakui secara lantan dan membenarkan atas pemberitaan tersebut.
“Patut diduga hal tersebut dibenarkan dan diakui oleh oknum kepala kampung Tanjung Kurung Lama, dimana telah beberapa hari dari terbitnya pemberitaan tersebut, Okmum Kakamp tidak memberikan klarifikasi atau hak jawabnya”Tegas Hendra.
Diberitakan sebelumnya pada 11 Juli 2025 dengan judul
Anggaran Ketahan Pangan Diduga Dialihkan Bangunan Fisik, Kuat Dugaan Terindikas Guna Keuntungan Pribadi
Pemerintah pusat mewajibkan setiap desa untuk mengalokasikan minimal 20% dari total Dana Desa untuk program dan kegiatan ketahanan pangan,(11/07/2025).
Fokus Kegiatan Dana Desa dapat digunakan untuk berbagai kegiatan yang mendukung ketahanan pangan, antara lain:
1. Pengembangan Pangan Nabati:
Pengadaan bibit unggul, pupuk, alat pertanian, dan pelatihan pertanian.
2. Pengembangan Pangan Hewani:
Pengadaan ternak, pakan ternak, dan pelatihan peternakan.
3. Penguatan Kelembagaan:
Pembentukan dan penguatan kelompok tani dan peternak.
4. Diversifikasi Pangan:
Mendorong petani menanam berbagai jenis tanaman selain padi, seperti umbi-umbian, jagung, dan sayuran.
5. Optimalisasi Lahan Pekarangan:
Pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam tanaman pangan dan obat-obatan.
Penguatan BUMDes:
6. BUMDes dapat berperan sebagai distributor hasil pertanian desa, sehingga petani mendapatkan harga jual yang lebih baik.
Namun lain halnya pada Pemerintah Kampung Tanjung Kurung Lama Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan Lampung, dimana diduga sebagian dari anggran ketahan pangan 20% dari anggaran dana desa , disinyalir dialihkan pada pembangunan Fisik.
Pengalihan pada pembangunan Fisik berupa pembangunan lapangan parkir dengan luas 25 M x 6 M terletak di dusun satu(Diduga Lahan Makam-Red) dengan pagu anggaran Rp 50.000.000.
Henda Ali , Ketua DPC Badan Peneliti Aset Negara Kabupaten Way Kanan Mengungkapkan, Pengalihan berupa pembangunan lapangan parkir diduga terindikasi guna memperoleh keuntungan pribadi.
Selain diduga adanya upaya mencari keuntungan pribadi dengan modus pengalihan ke bangunan Fisik , Pembanguan Lapangan parkir seluas 25 M x 6 M kuat dugaan adanya mark up anggaran.
” Jelas Pemerintah Pusat maupun daerah telah memfokuskan anggaran dana desa sebesar 20% dari pagu anggaran guna menurunian angka kemiskinan, melalui program ketahan pagan yang terpokus pada 6 (Enam) Item, Bukan malah dialihkan ke bangunan Fisik, Patut diduga ada faktor kesengajaan dimana disinyar adanya indikasi guna memperoleh keuntungan pribadi dibandiing kebutuhan langsung masyarakat” Ungkap Hendra.
Hingga berita ini diterbitkan Kepala Kampung Tanjung Kurung Lama belum dapat dikinfirmasi, baik secara langsung maupun via telp.
Reportert : Deta Suryana
Langsung ke konten








