Kanal Berita Alternatif Kaum Buruh Dan Rakyat Marginal
indexIndeks
Berita  

Diduga Ada Penyimpangan Aset Perusahaan, Kejagung di Desak Panggil Dirut KAI Logistik

banner 468x60
Share

 

JAKARTA | Kejaksaan Agung (Kejagung) membantah kabar pemanggilan Direktur Utama PT KAI Logistik, Fredi Firmansyah terkait dugaan penyimpangan pemanfaatan aset negara milik PT KAI (Persero). 

Kapuspenkum Kejagung, Harli Siregar, saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu, (11/6/2025) menegaskan bahwa tidak ada rencana pemanggilan terhadap Fredi. “Saya sudah tanya di Pidsus katanya ini nggak ada,” ujarnya singkat.

Lebih lanjut, Harli menyarankan, awak media untuk mengkonfirmasi kabar pemanggilan Direktur Utama KAI Logistik, Fredi Firmansyah terkait dugaan penyimpangan pemanfaatan aset negara milik PT KAI (Persero) ke Pidsus.

“Silahkan konfirmasi ke Pidsus ya, atau siapa sumber di Kejagung yang bilang supaya saya tanya ulang,” demikian Harli.

Sebelumnya ada informasi yang beredar di kalangan wartawan Gedung Bundar. Seorang sumber di lingkungan Kejagung membocorkan bahwa pemanggilan Dirut PT KAI Logistik, Fredi Firmansyah dan Komisaris PT Sentosa Laju Sejahtera (SLS), Irwantono Sentosa Dian Sanjaya, sedang dipersiapkan.

“Kita sudah dapat data dugaan penyimpangan yang dilakukan KAI Logistik. Kita akan panggil Dirut KAI Logistik untuk dimintai keterangan,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (7/6/2025).

Terkait Polemik mencuat dari Proyek pembangunan terminal batu bara di Stasiun Kramasan, Sumatera Selatan yang melibatkan PT KAI Logistik dan PT SLS.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mengatakan bahkan secara terbuka mendesak Kejagung turun tangan. kata Uchok Sky Khadafi pada wartawan Rabu, (11/6/2025).

“Kerjasama antara PT KAI Logistik dan SLS sejak awal sarat kejanggalan. Term sheet sudah ditandatangani 14 Juli 2023, Sementara perjanjian resmi diteken 13 Maret 2024. Tapi proses pemilihan mitra dilakukan diam-diam. Lewat tender atau penunjukan langsung? Ini mencurigakan!,” tegas Uchok Sky Khadafi.

Lebih lanjut, Uchok Sky menyebutkan bahwa SLS, perusahaan yang didirikan oleh Tan Paulin pada tahun 2021, memiliki rekam jejak yang diduga perlu dicurigai.

“Tan Paulin sendiri pernah diperiksa oleh KPK pada 29 Agustus 2024. Jadi kenapa KAI Logistik mau bermitra dengan perusahaan yang punya benang merah dengan kasus hukum?,” tanya Uchok Sky dengan nada geram.

“Kami mendesak Kejagung untuk segera turun tangan mengusut kasus penyimpangan pemanfaatan aset negara yang diduga melibatkan Dirut PT KAI Logistik, Fredi Firmansyah dan Komisaris PT Sentosa Laju Sejahtera (SLS), Irwantono Sentosa Dian Sanjaya,” pungkas Uchok Sky.

 

Reporter: Ahmad Jais

banner 468x60