Deli Serdang (Senin, 26/1/2016) | Pemerintah Kabupaten Deli Serdang akan melaksanakan 88 Pilihan Kepala Desa (Pilkades) pada 4 Mei 2026 mendatang, yang terdiri dari 76 desa untuk mengikuti Pemilihan Kepala Desa serentak Gelombang ke- II, pemilihan ini tersebar di 19 kecamatan termasuk wilayah perkebunan di Kabupaten Deli Serdang.
Berdasarkan data perkebunan di Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu sentra perkebunan besar di Sumatera Utara dengan total 36 perusahaan perkebunan besar yang tercatat, terdiri dari 19 perkebunan PTP Nusantara (BUMN) dan 17 perkebunan swasta.
Beberapa perkebunan yang beroperasi di banyak kecamatan, seperti Tanjung Morawa, Percut Sei Tuan, Hamparan Perak, STM Hilir, Pancur Batu dan Bangun Purba, ini akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa, sementara kebanyakan pemilih nya dari kaum buruh yang bekerja di perusahaan tersebut.

Dengan akan dilaksanakannya Pemilihan Kepala Desa 2026 di Deli Serdang, TV nya Buruh bersama Media Sumaterapos melakukan Traveling ke kantor Desa-desa yang masuk wilayah Perkebunan BUMN dan Swasta.
Pantauan ini untuk mendengar langsung dari warga maupun direksi perusahaan atas kenetralan dan ke transparanan, jujur dan adil dalam mengikuti sebagai pemilih kepala desa serta mengawasi bersama agar tidak adanya tekanan, intimidasi bagi kaum buruh perkebunan di desa-desa yang masuk wilayah perkebunan tersebut.
Salah satu desa di kecamatan Bangun Purba yakni desa Greahan akan mengikuti kontestan pilihan kepala desa, warga, tokoh masyarakat di desa tersebut menyampaikan bahwa pemilihan kepala desa di desa Greahan kali ini di ikuti 2 kandidat yang sama-sama sebagai buruh perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Ketua Partai Buruh Sumatera Utara, Willy Agus Utomo, SH dalam keterangannya, perusahaan diminta untuk tidak mencampuri pilihan kepala desa 2026 di semua perusahaan perkebunan yang berada di kabupaten deli serdang, dan tidak ada tekanan atau intimidasi kepada kaum buruh untuk memaksa memilih salah satu kandidat dalam kontestan pilkades tersebut.
“Bagi kaum buruh di perusahaan perkebunan, jika ada tekanan atau intimidasi dari pihak perusahaan terkait pikades ini, segera laporkan kepada kami, kami siap meng-advokasi bagi buruh yang dipaksa untuk memilih kandidat pilkades, nama anda pastinya kami privasi, dan kami meminta kepada perusahaan perkebunan untuk tidak mencampuri pilkades 2026 ini, harus jujur, adil dan transparan serta mendukung proses jalannya pilihan kepala desa yang akan mendatang.” Ujarnya
Reporter: Ahmad Jais
Langsung ke konten








