DELI SERDANG | Inilah video dari warga Deli Serdang yang viral sosial media (sosmed), ketika ia makan ati ampela, terdapat ati ayam atau Rampelo dengan bahasa medannya, terlihat masih mentah atau belum benar-benar masak. (Sabtu, 10/5/2025)
Pada biasanya warga yang terlihat dari ucapan di video tersebut, sarapan pagi dan membeli sayur masak yang sering dijual di daerah kecamatan tanjung morawa kabupaten deli serdang sumatera utata.
Dalam ucapan video tersebut, dirinya mengedukasi bagi warga deli serdang agar berhati-hati membeli ati ayam atau ketika mengonsunsi nya.
Sebab, dirinya melihat terdapat ati ayam yang belum terlihat benar-benar masak, hal itu ia mengkhawatirkan bagi kesehatan untuk dirinya dan untuk warga deli serdang.
Dalam narasi itu juga, dirinya tidak menjelekan, atau menyebut nama si penjual dan daerah desa si penjualnya, ia mengedukasi dalam narasi itu. Agar berhati hati jika memakan ati rampelo yang masih berdarah atau belum benar benar TANAK dengan kalimat bahasa melayunya, yang artinya belum benar benar MASAK.
Ia juga berpesan bagi para penjual sayur mateng (masak) di seluruh kabupaten deli serdang, agar memasak ati ayam (ampela, rampelo) untuk benar-benar di masak atau benar-benar direbus.


DAMPAK MENGONSUMSI ATI AYAM YANG BENAR-BENAR BELUM MASAK UNTUK KESEHATAN:
Mengonsumsi ati ayam yang belum dimasak atau tidak dimasak dengan benar bisa membahayakan kesehatan. Bahaya utama adalah risiko infeksi bakteri seperti Salmonella dan Campylobacter, yang dapat menyebabkan diare, demam, mual, muntah, dan kram perut. Selain itu, jeroan seperti ati ayam juga bisa mengandung cacing, yang juga dapat menyebabkan berbagai gejala seperti mual, muntah, lemas, diare, dan demam.
Berikut penjelasan lebih detail tentang bahaya mengonsumsi ati ayam yang belum masak:
Infeksi Bakteri:
Hati ayam yang belum dimasak sempurna berisiko mengandung bakteri Salmonella dan Campylobacter, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, mual, muntah, dan kram perut.
Infeksi Cacing:
Jeroan seperti ati ayam bisa terinfeksi cacing, dan jika tidak dimasak dengan benar, cacing tersebut dapat masuk ke tubuh dan menyebabkan gejala cacingan.
Keracunan Makanan:
Hati ayam yang tidak matang sempurna juga berisiko menjadi sumber keracunan makanan karena bisa mengandung mikroorganisme berbahaya lainnya seperti E. coli dan Toxoplasma.
Penyakit Jantung:
Mengonsumsi jeroan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena jeroan tinggi kolesterol.
Asam Urat:
Jeroan kaya akan purin, yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh dan menyebabkan radang sendi.
Penumpukan Racun:
Hati ayam mengandung racun dan logam berat yang disaring dari darah, seperti merkuri, timah, arsenik, kromium, kadmium, dan selenium. Konsumsi hati ayam dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan logam berat dan racun dalam tubuh, menurut Hello Sehat.
Tips untuk mengurangi risiko:
Pastikan ati ayam dimasak hingga matang sempurna:
Jangan mengonsumsi ati ayam yang masih berwarna merah muda atau belum sepenuhnya matang.
Cuci ati ayam dengan bersih sebelum dimasak:
Hal ini dapat membantu menghilangkan kotoran dan sisa-sisa darah yang mungkin menempel.
Batasi konsumsi ati ayam:
Jeroan mengandung kolesterol dan racun, jadi sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan, ujar RRI.
Konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala setelah mengonsumsi ati ayam.
Jika Anda mengalami gejala seperti diare, mual, atau muntah setelah mengonsumsi ati ayam, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Reporter: ahmad Jais
Sumber artikel Google
Langsung ke konten








