Langkat (Senin 1/12/ 2025) | Penanganan Bencana Kabupaten Langkat menjadi catatan perih bagi korban bencana alam. Hal ini disebabkan bukan hanya terjadi serentak di 13 kecamatan di Kab. Langkat, namun lemahnya penanganan bencana yang terjadi sejak Rabu 26 Nopember 2025, hingga saat ini masih banyak korban yang belum tertangani.
Kondisi penanganan bencana dikabupaten langkat seakan bergerak masing-masing tanpa komando, masyarakat korban bencana harus berusaha dan bahu membahu sesama korban untuk menyelamatkan diri dan bertahan ditengah bencana banjir.
Dimana Pemerintah Kabupaten Langkat..? Kenapa Bupati langkat tidak menjadi komando didalam penanggulangan Bencana Banjir..? banyak muncul pertanyaan dimasyarakat namun pertunjukan media sosial yang mendongkrak elektabilitas menggambarkan Bupati Langkat lagi-lagi sedang mendistribusikan bantuan bencana. Kepalsuan terus menjadi tontonan. Sementara masyarakat berharap Bupati Langkat menjadi Komando Penanganan Bencana Banjir Langkat agar penanganannya terpadu, cepat dan terkendali.
Ketua Partai Buruh Kabupaten Langkat Said Abdullah yang tempat tinggalnya dilanda banjir turut juga membantu masyarakat Tanjung Pura didalam evakuasi mengatakan ” Pemerintah Kabupaten Langkat tidak siap didalam melindungi rakyatnya didalam penanggulangan Bencana Banjir, Bupati dan perangkat daerah sibuk posting dimedsos menyalurkan bantuan, anggota DPRD Langkat seolah hilang diterpa banjir. Bupati harusnya memimpin operasi Penanggulangan Bencana Banjir ini. Bukan hanya menjadi penyalur bantuan semacam distributor.
DPRD langkat juga harusnya bersuara keras atas kejadian ini jangan hanya mengemis suara saat pemilihan namun diam saat Pemerintah lemah dalam penanggulangan bencana.
Said menambahkan “Ini Penanganan Banjir terburuk sepanjang sejarah banjir Kabupaten Langkat.
Pemerintah Kabupaten Langkat tak siap, Pemerintah Daerah pimpinan Syah Afandin tak bertanggung jawab”. Ini semua harus dievaluasi” (tegasnya).
Hingga berita ini ditayangkan, masih banyak korban banjir yang belum terevakuasi dan tertangani dengan layak di tempat pengungsian seadanya.
Reporter: SA
Langsung ke konten









