DELI SERDANG | (Rabu, 14 Mei 2025) Sungguh terlalu kepala desa Lengau Serpang, Suheryanto, memblokir nomor whatsapp Reporter Tvnya Buruh, ketika dikonfirmasi terkait alat pertanian yang terlihat di data penyaluran buku panduan cegah korupsi KPK, hingga puluhan juta rupiah tak disalurkan ke warga. Ribuan bibit ikan lele diduga dipelihara di kolam miliknya sendiri, kambing dan lembu juga diduga dipelihara sendiri lewat ketua kelompok perternakan.
Kepala desa Lengau Serpang, Suheryanto, menyalurkan 55 ekor kambing, faktanya di lapangan dari informasi warga tak disalurkan, termasuk lembu induk 6 ekor yang diduga sudah dibelinya 4-5 tahun yang lalu. Yang diduga di rawat oleh Marsono seorang mantan kadus yang menjadi ketua kelompok perternak termasuk anggaran posyandu diduga di mark-up.
Terkait hal itu, salah satu ketua kelompok tani, sebut saja Supri, tahun 2023 dirinya tak di undang pada saat musrembang, hanya mengikuti musrembang tahun 2024. Ada apakah di desa Lengau Serpang yang saat ini salah satu warga mengeluh kepada Reporter Tvnyaburuh, bahwa kambing, lembu, bibit ikan tak diberikan kepada warga sekitar. Ketika Reporter tvnyaburuh menanyakan namanya, ia enggan memberitahu, hampir 1 jam Reporter tvnyaburuh menanyakan hal terkait ketapang di desa tersebut dengan salah satu warga ketika baru usai melaksanakan solat ashar di mushollah yang tak jauh dari kantor kepala desa Lengau Serpang.
Dibawah ini beberapa rencian detail data penyaluran kepala desa Lengau Serpang tahun 2023 pagu sebesar Rp1.151.094.000, dan di tahun 2024 dengan pagu Rp. 1.042.561.000 yang tersave di buku panduan cegah korupsi yang telah diluncurkan KPK di jakarta pada helatan hari antikorupsi sedunia pada senin (2/9/24) tahun lalu.
Dan inilah hasil rangkuman dari investigasi Reporter Tvnyaburuh.com dan Utomonews.com dilapangan, penggunaan dana desa Lengau Serpang untuk tahun 2023 dan 2024, sebagai berikut:
Katagori:
Penguatan Ketahanan Pangan Tingkat Desa (Lumbung Desa, dll) Rp 106.950.000
Bantuan Perikanan (Bibit/Pakan/dst) Rp 17.400.000
Sedangkan untuk tahun 2024, Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 2.600.000
Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 11.750.000
Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 29.070.000
Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi dan pengolahan peternakan, kandang, dll) Rp 58.140.000


Terkait posyandu di desa Lengau Serpang ada 4 dusun, 1 dusun 5 orang anggota posyandu, dan Bidan desa atau sebagai ketua posyandu Buk Budi Arisni Siregar, menerima insentif posyandu, 150ribu per-orang, per-enam bulan diberikan kepada pengurus posyandu.
Sedangkan anggaran tahun 2023 dan 2024 yang dikeluarkan sungguh fantastis, berikut rinciannya dibawah ini:
Poasyandu tahun 2023:
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 4.000.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 31.440.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 125.718.000
Dan untuk anggaran posyandu 2024:
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 15.000.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 27.600.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 15.000.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 3.862.500
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 25.800.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 52.875.000
Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp 13.800.000
Terkait hal dana desa Lengau Serpang, terkait adanya diduga markup dan fiktif yang dilakukan kepala desa tersebut. Hingga sampai saat ini, tim investigasi Tvnyaburuh masih menunggu hak jawab dari kepala desa Lengau Serpang, Suheryanto.
Reporter: Ahmad Jais
Langsung ke konten









