Berita  

Ricuh! Aksi Demo di Prancis 550.000 Orang Turun Kejalan, Hingga Balai Kota Dibakar Orang Bertopeng

Share

Jakarta (Minggu, 18/10/2026) | Demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di Prancis pada Sabtu (17/10) berujung ricuh di sejumlah daerah menyusul bentrokan antara demonstran dan polisi. Pihak berwenang menyebut sekitar 550.000 orang mengikuti aksi tersebut di seluruh negeri.

Sebuah gedung balai kota berusia 140 tahun di Prancis jadi sasaran, bahkan mengalami kerusakan parah akibat kebakaran hebat pada Sabtu. Menurut keterangan pihak berwenang, gedung itu dibakar oleh sejumlah demonstran bertopeng.

Sejumlah rekaman video yang beredar memperlihatkan menara runcing balai Kota Limoges runtuh saat api melalap bagian atap gedung. Kebakaran itu terjadi di tengah aksi protes besar-besaran terkait tingginya biaya hidup di berbagai wilayah negara tersebut.

Menurut Prefektur Haute-Vienne, sekelompok perusuh menerobos masuk ke balai kota sekira pukul 18.00 pada Sabtu sebelum membakar bangunan itu.

“Petugas pemadam kebakaran dari Haute-Vienne segera dikerahkan dalam jumlah besar untuk menangani kebakaran tersebut,” demikian pernyataan resmi prefektur seperti dikutip Euronews.

“Balai Kota Limoges, yang merupakan situs warisan budaya sekaligus bangunan ikonik bagi semua orang, mengalami kerusakan parah.”

Prefektur tersebut menambahkan bahwa sejumlah toko juga ikut dijarah di sekitar kawasan Rue Jean Jaurès.

Prefek Haute-Vienne, Maurice Barate, mengecam keras “aksi pembakaran yang disengaja” terhadap balai kota tersebut, serta berbagai insiden lain yang terjadi di kota itu pada Sabtu.

Menurut prefektur, sekitar 2.000 orang berkumpul di kawasan Casseaux, di bagian timur kota, sekitar pukul 14.00. Jumlah tersebut termasuk “lebih dari 500 orang yang sengaja memicu kerusuhan”. Sebagian di antaranya menyerang aparat keamanan dengan melemparkan berbagai benda.

Menurut keterangan prefektur, empat petugas polisi mengalami luka yang tergolong “lebih serius”, sementara empat kendaraan polisi hancur.

Para demonstran kemudian bergerak untuk memblokir jalan tol A20 sebelum melanjutkan aksi menuju pusat kota.

Sebanyak 19 orang telah ditahan oleh polisi di wilayah tersebut terkait aksi protes ini, dan penyelidikan masih berlangsung.

Pembangunan balai Kota Limoges dimulai pada 1879, dan bangunan tersebut diresmikan pada 14 Juli 1883.

“Berdemonstrasi adalah hak, dan kemarahan masyarakat patut didengar. Namun, tidak ada perbedaan pendapat atau keluhan yang dapat membenarkan perusakan fasilitas publik,” kata Wali Kota Limoges, Guillaume Guérin. Dilansir dari cnnindonesia.

Ia menyebut aksi kekerasan tersebut “tidak dapat diterima”.

Di ibu kota Paris, situasi kacau terjadi ketika penjarahan meluas. Sekitar 110.000 orang dilaporkan berunjuk rasa di Paris pada Sabtu.

Polisi menembakkan gas air mata dan menyemprotkan meriam air untuk membubarkan massa. Kru Euronews juga diserang oleh para penjarah dan perusuh di Paris pada Sabtu, di dekat Place de la République, ketika meliput demonstrasi yang sedang berlangsung.

Namun, situasi di sejumlah bagian kota lainnya, seperti kawasan Boulevard de Clichy dan Place de Clichy di arondisemen ke-18, tetap berlangsung damai.

(Red/Jais)

banner 468x60