Oknum Pegawai Pertamina Ngamuk Pukul Meja Dirumah Warga di Desa Sei Siur

Share

Link Tiktok TVnya Buruh: https://vt.tiktok.com/ZSDBoEuxs/

 

LANGKAT (Rabu, 17/09/2025) | Sebuah video memperlihatkan aksi arogan seorang oknum pegawai Pertamina Pangkalan Susu Field mengamuk dirumah warga. Dalam rekaman tersebut. Berawal dari oknum pegawai tampak memukul meja di rumah warga hingga warga membalas balik memukul meja tersebut dan menimbulkan kericuhan, pada Jumat tanggal 29 agustus 2025 yang lalu. Peristiwa ini pun ramai menuai reaksi dari warga setempat.

Insiden terjadi di salah satu rumah warga bernama Rudi, di Desa Sei Siur, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Dalam video, oknum pegawai Pertamina itu terlihat datang bersama sejumlah aparat penegak hukum untuk berdiskusi dengan warga terkait rencana pembongkaran bangunan pagar tembok di jalur pipa (ROW) Pertamina Pangkalan Susu.

Saat warga meminta menjelaskan kepemilikan atas tanah yang sudah terdapat pipa Pertamina yang diduga tidak bisa menunjukan surat denah tanah kepemilikan pertamina, namun, oknum tersebut justru langsung emosi. Ia memukul meja di rumah warga hingga memicu keributan dalam pertemuan tersebut.

Sikap arogan itu mendapat sorotan tajam. Warga menilai tindakan oknum pegawai Pertamina tersebut tidak mencerminkan profesionalitas perusahaan sebesar Pertamina yang berada di bawah naungan BUMN.

Videonya pun viral di kabupaten langkat hingga masyarakat pun mengecam keras insiden tersebut dan mendesak agar pihak Pertamina mengambil tindakan tegas terhadap oknum pegawai yang bersangkutan.

Situasi keributan yang terjadi dirumah Rudi sempat direkam oleh istrinya, dan terlihat sebagian aparat penegak hukum tak melerai dan bisa berbuat apa-apa terhadap oknum pertamina tersebut.

Terkait hal ini, Rudi warga Desa Sei Siur mendatangi kantor kepala biro tvnyaburuh untuk pers rilis atas apa yang terjadi dirumahnya. Sebelumnya ia sudah mengadukan hal ini ke beberapa tokoh masyarakat dan pemerintahan setempat, namun, belum ada kejelasan yang pasti terkait pembongkaran tersebut.

 

Reporter: Said Abdullah

banner 468x60