Deli Serdang (Kamis, 26/2/2026) | Sekira pukul 11.06 Wib awalnya seorang jurnalis bernama Ahmad Jais Sembiring mau mencetak KTP (Kartu Tanda Penduduk) di kantor camat tanjung morawa, sebab, di kantor tersebut sudah adanya pencetak mesin elektronik KTP.
Ia Ahmad Jais Sembiring, mendaftarkan kepada anak sekolah yang lagi magang di kantor camat tanjung morawa agar mendapatkan nomor antrian, lalu, ia anak sekolah tersebut mengalihkan ke salah satu petugas capil deli serdang bermarga Gultom.

*Dan saya pun nanya ke A.Gultom, ni saya mau cetak KTP, dan ini punya tetangga saya plus ada surat laporan kehilangan dari polisi, kita jujur aja, emang awalnya dia pun bagus cakap gultom nya, dia bilang, harus bersangkutan yang langsung ngurus bang, cuma saya bilang, kalau saya sudah telpon buk plt kadis capil buk cristina semalam, dia bilang besok jam 9 ya bang di kantor camat sudah bisa langsung di cetak, saya bilang gitu ke Gultom, lalu si A.Gultom nanya dengan nada kasar, “Mana buktinya kalau sudah cakap sama buk cristin” (nada kasarnya,red), saya jawab, ini buktinya, chat dan telponan saya sama buk cristin, dan kalau harus orangnya langsung datang ngambilnya, selama ini calo di capil ngurus surat-surat orang, apa orangnya langsung datang, di jawab Gultom, “Buktikan.” Jelas Ahmad Jais
Tambahnya lagi “Apa nggak naik sepaning saya, mesti harus di buktikan ya, ni saya jelaskan ya, buktinya, kalau pak camat gontar telah menemukan 1500 KTP dari petugas di ruang pengurusan yang lama, yang ke 2, semalam hari rabu tanggal 25, ada salah satu warga desa ngadu ke saya, dia ngurus KTP bayar 200ribu rupiah langsung siap, narasumber saya silent, jadi jangan ditantang saya sama Gultom untuk membuktikannya.” Tutup Ahmad Jais sebagai ketua Jajaran Wartawan Indonesia Dpw Sumut

Fikri sebagai petugas dari Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Deli Serdang yang sedang duduk memegang kendali mesin eletronik KTP langsung berdiri mencampuri urusan Ahmad Jais dengan Gultom tersebut dan membawa-bawa nama Tribun Medan
“Jangan abang bawa-bawa nama jurnalis, aku pun punya kawan jurnalis Indra Gunawan Tribun”. Ujar Fikri dengan kasar dan sombongnya
Dan Ahmad jais pun langsung bertanya sama Fikri tersebut, “Kau sebagai apa disitu, wajar aku akui sebagai jurnalis ini KTA ku, dan ini uji kompetensi ku, biar tau kau, kalau aku ini jurnalis bermitra sama kalian sebagai pilar ke 4, jadi kalau nggak ku kenal kan diri ku sebagai apa!, apa tau kau, aku siapa, menurut kau, aku harus mengakui sebagai apa disini, coba kau jawab.” Ujar Ahmad Jais
Yang disesalkan Jurnalis tersebut bahwa si Fikri petugas dari capil membawa-bawa nama tribun Indra Gunawan dan juga mencampuri urusannya dengan si Gultom tersebut.
(Red/Tim
Langsung ke konten








