DELI SERDANG (Minggu, 8/11/2026) | Keberadaan sebuah pos keamanan lingkungan (Pos Kamling) di Gang Pusara, Jalan Sultan Serdang, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, menuai sorotan warga. Pos yang berada tidak jauh dari masjid tersebut diduga menjadi tempat berkumpulnya sejumlah orang yang dicurigai terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Selain menimbulkan keresahan, keberadaan pos tersebut juga menjadi perhatian setelah terjadi kesalahpahaman antara dua warga dengan dua orang pemuda yang pada malam hari sekitar pukul 22.10 WIB merasa risih melihat dua orang warga tersebut.
Berdasarkan keterangan warga Desa Buntu Bedimbar berinisial Y, saat itu dirinya bersama seorang warga lainnya berinisial A, yang berasal dari Desa Tanjung Morawa-B, sedang menunggu Pak Bolot, seorang warga yang dikenal jasa pijatnya, dan menunggu didalam mobil yang terparkir tepat di depan rumahnya.
Dari kedua warga tersebut, salah satunya mengaku datang untuk menggunakan jasa pijat yang selama ini juga kerap didatangi warga lainnya.
Namun, situasi berubah ketika seorang pemuda bertubuh kurus dan berpostur tinggi, mengenakan baju berwarna kuning, menghampiri mobil mereka. Pemuda tersebut mengetuk mobil dan mempertanyakan keberadaan serta maksud kedua orang yang berada di dalam kendaraan.
Meski telah membuka kaca mobil dan menjelaskan bahwa mereka sedang menunggu Pak Bolot untuk menggunakan jasa pijatnya. Padahal, menurut Y, pemuda tersebut tau kalau Pak Bolot sebagai penyedia jasa pijat yang kerap didatangi masyarakat. Meski pemuda tersebut juga sudah mendapatkan penjelasan dari Y kalau dirinya juga warga setempat.
Tidak lama kemudian, pemuda tersebut kembali bersama seorang rekannya. Keduanya diketahui berinisial TGH dan IBL. TGH disebut bertubuh kurus dan tinggi serta mengenakan baju kuning, sementara IBL bertubuh agak gemuk dengan postur lebih pendek dan mengenakan pakaian hitam serta helm.
Menurut keterangan yang dihimpun, TGH diketahui rumahnya di Komplek PTPN II, sedangkan IBL berasal dari Tirta Deli Tanjung Morawa-A. Keduanya disebut kembali mempertanyakan keberadaan mobil yang terparkir di depan rumah Pak Bolot.
Alasan Kehilangan Sepeda Motor Kurang Tepat!!.
Terkait kejadian tersebut, Kepala Dusun XI, Deni, memberikan penjelasan bahwa kedua pemuda tersebut mengaku sedang khawatir karena sebelumnya terdapat informasi kehilangan sepeda motor jenis Yamaha NMAX di sekitar lokasi.
“Orang itu bilang ada sepeda motor NMAX yang hilang, dan mereka khawatir karena ada mobil di situ,” ujar Deni.
Namun, penjelasan tersebut dibantah oleh Y. Ia mengaku telah memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya kerumah pak Bolot, termasuk menyebutkan bahwa dirinya merupakan anak Pak Boymin yang rumah orang tuanya berada didekat Lapangan Poli Komplek PTPNII yang tak jauh dari Poskamling.
Meski demikian, Y mengaku justru mendapat perkataan kasar dan makian dari salah seorang pemuda tersebut. Hal itu didengar kepala dusun tersebut.
“Enggak ada itu alasannya. Padahal saya sudah kasih tahu siapa saya. Bahkan sudah saya sebutkan juga kalau saya anak Pak Boymin yang rumah orang tua saya di Lapangan Poli Komplek PTPN II. Malah saya dimaki. Karena kesal, saya bilang, dasar kau pemakai sabu, risih kau ya kami disini'” ungkap Y.
Y juga menceritakan bahwa ketika dirinya menyinggung dugaan penyalahgunaan narkotika kepada pemuda berinisial TGH, pemuda tersebut langsung terdiam dan kemudian pergi memanggil rekannya.
Lanjutnya “Lagian nggak ada gunanya Poskamling itu ada, hanya cuma sebulan sekali digunakan untuk posyandu, kalau pun pemuda itu alasan khawatir karena pernah hilang sepeda motor Nmax orang disitu, kok.. baru sekarang mereka sibuk, setau saya, pos itu sering ramai pemuda ntah darimana kumpul disitu, aneh.. kalau ada sepeda motor bisa hilang.” Ujarnya sambil tertawa kesal
Warga Minta Pos Kamling Dipindahkan!!!.
Atas kejadian tersebut, warga berharap Pemerintah Desa Buntu Bedimbar bersama aparat kepolisian segera melakukan pengecekan dan penelusuran terhadap aktivitas di sekitar Pos Kamling Gang Pusara.
Warga juga meminta Kepala Desa Buntu Bedimbar mempertimbangkan pemindahan Pos Kamling maupun lokasi kegiatan Posyandu yang disebut digunakan secara berkala. Pertimbangan tersebut dinilai penting karena lokasi pos berada tidak jauh dari masjid dan lingkungan permukiman warga yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan keresahan maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Bahkan, warga berharap aparat berwenang dapat melakukan tes urine terhadap pihak-pihak yang memiliki indikasi kuat berdasarkan hasil kecurigaan warga terhadap pemuda tersebut tentunya sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Dan warga menegaskan bahwa lingkungan permukiman, terlebih yang berdekatan dengan tempat ibadah, harus terbebas dari segala bentuk aktivitas yang berpotensi berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
(Red)
Langsung ke konten








