Kanal Berita Alternatif Kaum Buruh Dan Rakyat Marginal
indexIndeks
Berita  

Peringati International Women’s Day, FSPMI Riau Dorong Pekerja Perempuan Untuk Berserikat

banner 468x60
Share

 

RIAU | Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day ( IWD ), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riau menggelar aksi dan diskusi bertema “Peran Pekerja Perempuan Dalam Gerakan Serikat Buruh” di Pelalawan, Jumat (7/3). Acara ini bertujuan untuk mendorong lebih banyak pekerja perempuan bergabung dalam serikat buruh demi memperjuangkan hak dan kesejahteraan mereka di tempat kerja.

Ketua DPW FSPMI Riau, Satria Putra, menegaskan,” pekerja perempuan masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari diskriminasi upah, pelecehan ditempat kerja, hingga kesulitan mendapatkan cuti melahirkan yang layak. Perempuan harus berani bersuara dan memperjuangkan hak-haknya. Salah satu cara paling efektif adalah dengan bergabung dalam serikat buruh agar bisa memiliki kekuatan kolektif dalam negosiasi dengan perusahaan”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa aktivis buruh perempuan juga turut berbicara mengenai pentingnya berserikat. Salah satunya adalah Meishara, seorang pekerja di sektor manufaktur yang aktif di FSPMI Riau. Ia berbagi pengalamannya tentang bagaimana bergabung dalam serikat buruh membantunya memperjuangkan hak cuti haid dan melawan diskriminasi ditempat kerja. “Dulu saya merasa takut untuk bersuara, tetapi setelah bergabung dengan serikat, saya mendapatkan dukungan dan keberanian untuk memperjuangkan hak-hak kami”, ungkapnya.

Tak hanya di Indonesia, aktivis buruh perempuan diberbagai negara juga telah membuktikan bahwa gerakan serikat buruh dapat membawa perubahan nyata. Salah satu contoh inspiratif adalah Dolores Huerta, aktivis buruh asal Amerika Serikat yang berjuang untuk hak-hak pekerja tani, terutama perempuan, melalui United Farm Workers. Ia berhasil mendorong kebijakan perlindungan tenaga kerja dan menginspirasi banyak perempuan lain untuk berani bersuara.

Selain Dolores Huerta, di Indonesia sendiri ada sosok seperti Marsinah, seorang buruh pabrik yang menjadi simbol perjuangan hak pekerja setelah gigih menuntut kenaikan upah bagi rekan-rekannya. Meski perjuangannya berakhir tragis, keberaniannya tetap menjadi inspirasi bagi gerakan buruh hingga saat ini. Keberadaan perempuan dalam serikat buruh sangat penting untuk memastikan bahwa kepentingan dan kebutuhan mereka tidak terabaikan dalam perjuangan buruh secara keseluruhan.

FSPMI Riau berharap peringatan Hari Buruh tahun ini bisa menjadi momentum bagi pekerja perempuan untuk lebih aktif dalam gerakan serikat buruh. Mereka juga mengajak perusahaan untuk lebih menghormati hak-hak pekerja perempuan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil serta ramah gender.

“Gerakan buruh yang kuat harus melibatkan semua pihak, termasuk perempuan, karena perjuangan ini adalah perjuangan bersama”, tutup Satria.

Dengan semakin banyaknya perempuan yang terlibat dalam serikat buruh, diharapkan isu-isu yang berkaitan dengan hak pekerja perempuan dapat lebih diperhatikan dan diperjuangkan. Kesetaraan di tempat kerja bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pengusaha, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari para pekerja itu sendiri dalam berserikat dan menyuarakan hak-haknya.

 

 

 

Reporter: Surya Ramadanu

banner 468x60