SHARE NOW

Todung Sebut MK Sudah Tahu Ada Intervensi Kekuasaan di Pilpres 2024 Tapi Takut Bicara

Todung Sebut MK Sudah Tahu Ada Intervensi Kekuasaan di Pilpres 2024 Tapi Takut Bicara

 

 

 

 

JAKARTA | Ketua Tim Hukum Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, menilai seluruh hakim di Mahkamah Konstitusi (MK) sebetulnya sudah mengetahui bahwa ada suatu intervensi kekuasaan tertentu dalam kontestasi Pilpres 2024 yang menguntungkan paslon 02 Prabowo-Gibran.

Walaupun MK mengetahui, Todung mengatakan saat ini sebagian MK memilih untuk bungkam karena takut akan kekuatan dari kekuasaan tersebut.

Todung pun menantang MK untuk berani bicara terbuka tentang kebenaran dan mengungkapkan kecurangan Pilpres 2024.

“Saya kira hakim-hakim MK itu tahu. Cuma apakah mereka berani untuk bicara kebenaran?” ucap Todung pada 30 Maret 2024 sebagaimana dikutip dari Kompas TV.

Ketua dari Tim Hukum Ganjar-Mahfud tersebut kemudian menegaskan bahwa dirinya sangat optimis jika hati nurani MK pasti akan tergerak demi mengungkapkan kebenaran terkait kecurangan Pilpres 2024.

“Yah kita lihat sajalah dan saya masih menyimpan optimisme untuk itu. Dan apakah optimisme ini akan terwujud, ini akan to be seen,” ujar Todung.

Todung mengatakan jika melihat dengan bukti-bukti yang mereka ajukan di MK sangat sulit untuk membantah bahwa tidak ada intervensi kekuasaan di Pilpres 2024.

“Karena kalau melihat evidence, evidence nya dimana-mana ada. Dan apakah misalnya intervensi kekuasaan itu terjadi atau tidak, sulit membantah itu tidak ada,” ucapnya.

Intervensi kekuasaan tersebut Todung contohkan dengan contoh politisasi bansos`dimana kepala desa dikerahkan untuk memenangkan paslon 02 Prabowo-Gibran.

“Apakah politisasi bansos itu dilakukan? Everybody knows itu dilakukan. Apakah kriminalisasi terhadap kepala desa itu dilakukan? Kita punya bukti banyak sekali, kepala desa yang tidak mendukung dipanggil oleh polisi,” ujar Todung.

Ia pun mengatakan kecurangan dalamPilpres 2024 sebagai suatu kejahatan yang sangat serius sehingga baik hakim MK ataupun masyarakat tidak boleh menutup mata terhadap hal ini.

“Nah semua itu ada dan saya kira itu semua serius. Kalau saya bilang itu serious crime, iya itu one one of the most serious crime in our history. Nah kita enggak bisa menutup mata untuk itu semua,” kata Todung.

 

#Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER