Kanal Berita Alternatif Kaum Buruh Dan Rakyat Marginal
indexIndeks

Presiden Prabowo Subianto: Bapak Kelapa Sawit Indonesia

banner 468x60
Share

 

MEDAN | Dr. Christian Orchard Perangin-angin, SH, MKn, CLA, Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PT Perkebunan Nusantara IV Regional I (Kabag 1SKH PTPN IV R.I), menyatakan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, layak disebut sebagai Bapak Kelapa Sawit Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Dr. COP, sapaan akrab Christian Orchard Perangin-angin, kepada media pada Kamis (6/2) di Medan.

Dua Alasan Prabowo Layak Menjadi Bapak Kelapa Sawit Indonesia,
Menurut Dr. COP, ada dua faktor utama yang menjadi dasar penobatan Prabowo Subianto sebagai Bapak Kelapa Sawit Indonesia:

Pertama, Konsistensi dalam Memperjuangkan Kelapa Sawit Indonesia,
Prabowo Subianto secara konsisten menyatakan bahwa kelapa sawit adalah potensi utama yang mencerminkan citra bangsa Indonesia. Pandangan ini bukan hanya disampaikannya dalam negeri, tetapi juga diperkenalkan ke dunia internasional dalam setiap kunjungan kenegaraannya.

Kedua, Komitmen dalam Menjaga Kelapa Sawit sebagai Aset Nasional,
Prabowo juga secara tegas menekankan bahwa kelapa sawit Indonesia harus dijaga oleh seluruh komponen bangsa. Ia meminta aparat penegak hukum untuk memastikan keberlanjutan industri kelapa sawit dan melindungi sektor ini dari ancaman pihak asing.

“Dua konsistensi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto tersebut menjadi tolok ukur bahwa beliau sangat layak dinobatkan sebagai Bapak Kelapa Sawit Indonesia,” jelas Dr. COP.

Dr. COP menambahkan, bahwa dalam Pidato Kenegaraan pada 30 Desember 2024, Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan:

“Kita, bangsa Indonesia, wajib bersyukur dengan kondisi yang kita miliki dibandingkan negara lain yang tengah mengalami kesulitan. Banyak negara sangat berharap pada Indonesia, terutama dalam pemenuhan kebutuhan kelapa sawit. Bahan baku kelapa sawit telah menjadi komoditas strategis dunia. Banyak negara khawatir tidak dapat memperoleh pasokan kelapa sawit dari Indonesia. Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh kepala daerah, baik Bupati maupun Gubernur, serta TNI/Polri dan seluruh elemen bangsa, untuk menjaga kebun-kebun kelapa sawit Indonesia karena ini adalah aset negara.”

Dr. COP juga mengungkapkan, bahwa pada tahun 2024, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) sempat menobatkan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Bapak Tata Kelola Pengolahan Kelapa Sawit Indonesia. Namun, menurutnya, penghargaan tersebut masih bersifat parsial.

“Kelapa sawit harus terus didengungkan sebagai citra dan lambang kedaulatan bangsa. Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan secara patriotis bahwa bangsa ini harus menjadi bangsa yang berdaulat, dan kelapa sawit adalah salah satu instrumennya,” tegas Dr. COP.

Dr. COP juga menyinggung putusan World Trade Organization (WTO) pada 10 Januari 2025, yang memenangkan Indonesia dalam gugatan diskriminasi produk kelapa sawit oleh Uni Eropa.

“Putusan WTO ini membuktikan bahwa Uni Eropa telah melakukan diskriminasi terhadap produk kelapa sawit Indonesia. Kini, bangsa Eropa tidak lagi bisa berbuat banyak. Prabowo Subianto menjadi pionir dalam perjuangan ini, menjadikan Indonesia sebagai negara yang bermartabat. Apa yang dilakukan Presiden Prabowo wajib diapresiasi oleh seluruh bangsa dan menjadikannya layak dinobatkan sebagai Bapak Kelapa Sawit Indonesia,” tegasnya.

Sebagai penutup, Dr. COP menekankan, bahwa setelah langkah patriotik yang diambil oleh Presiden Prabowo, tugas seluruh rakyat Indonesia adalah melanjutkan visi besar ini.

“Selanjutnya, setelah tindakan patriotik yang dilakukan oleh Bapak Prabowo Subianto, tugas kita sebagai bangsa adalah meneruskan asta cita beliau. Semua pelaku industri kelapa sawit wajib berbenah dan memperkuat industri ini untuk kepentingan nasional,” tutupnya.

 

 

 

 

Reporter: Anto Bangun

banner 468x60