BEKASI | TVNYABURUH, – Ketua KC FSPMI/KSPI Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Said Abdullah, bersama tokoh muda Kabupaten Langkat, Dodi Wijaya, melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke KC FSPMI Bekasi di Yapink Putra No.11 Tambun Selatan Bekasi pada Minggu, 26 Juli 2026.
Rombongan dari Langkat disambut langsung oleh Ketua KC FSPMI Bekasi Sukamto di Kantor KC FSPMI Bekasi. Turut hadir mendampingi sejumlah pengurus KC FSPMI Bekasi, di antaranya Untung Nasori, S.H., Dedy Kurniadi, S.H. dan Wiwik Aswanti, S.H., M.H.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar kepengurusan FSPMI di luar Jawa dan Pulau Jawa, sekaligus bertukar strategi dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan saat ini.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menggelar diskusi mendalam mengenai pergerakan dan perjuangan buruh. Isu utama yang dibahas adalah bagaimana memperkuat gerakan buruh dan masyarakat dengan mengedepankan solidaritas lintas pabrik, lintas kota, hingga lintas provinsi.
Sukamto menyampaikan bahwa saat ini KC FSPMI Bekasi tengah fokus mengawal putusan PTUN terkait UMSK Jawa Barat 2026. Ribuan buruh sedang dikonsolidasikan untuk aksi ke Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk desakan agar putusan hukum segera dilaksanakan.
“Kami di Bekasi sedang membangun kekuatan massa dan konsolidasi. Tapi kami sadar, perjuangan ini tidak bisa hanya di Bekasi. Harus ada dukungan dan gerakan yang sama di daerah lain agar pemerintah pusat benar-benar mendengar,” tegas Sukamto.
Senada, Said Abdullah menceritakan kondisi dan dinamika perjuangan buruh di Kabupaten Langkat. Ia menyoroti pentingnya membangun kesadaran anggota sejak dini melalui pendidikan serikat, serta membangun jejaring dengan elemen masyarakat agar perjuangan buruh tidak terisolasi.
“Di Langkat tantangannya berbeda, tapi semangatnya sama. Kami belajar dari Bekasi soal bagaimana mengkonsolidasikan massa besar dan memanfaatkan media untuk menggaungkan tuntutan. Ini harus terus kita jaga agar gerakan buruh semakin kuat,” ujar Said Abdullah.
Agenda inti dalam kunjungan ini adalah sesi berbagi pengalaman pergerakan lintas provinsi dan Kabupaten/Kota antara Langkat dan Bekasi.
Dari pihak Bekasi, pengurus KC FSPMI memaparkan pengalaman membangun komunikasi antar PUK, strategi konvoi, penggalangan massa, hingga cara melakukan tekanan politik kepada pemerintah daerah dan pusat.
Sementara dari Langkat, Said Abdullah dan Dodi Wijaya berbagi cerita tentang membangun gerakan di tengah minimnya industri besar dan tantangan regulasi di daerah.
Dodi Wijaya selaku tokoh muda Langkat menekankan pentingnya regenerasi dalam gerakan buruh. “Anak muda harus dilibatkan. Tanpa kader baru yang paham sejarah dan arah perjuangan, gerakan ini akan stagnan. Kami ingin belajar banyak dari Bekasi yang sudah punya sistem pendidikan dan kaderisasi yang berjalan,” katanya.
Wiwik Aswanti, S.H., M.H. dari KC FSPMI Bekasi menambahkan bahwa pendidikan hukum ketenagakerjaan dan pemahaman PKB menjadi kunci agar anggota tidak hanya militan, tetapi juga cerdas dalam berargumen di hadapan manajemen maupun pemerintah.
Di akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk menjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih intens. Rencana ke depan meliputi pertukaran informasi aksi, dukungan pernyataan sikap lintas KC, serta kemungkinan pendidikan bersama secara daring bagi anggota.
“Ini bukan kunjungan terakhir. Ini awal dari kerja sama. Saat Bekasi bergerak, Langkat siap bersuara. Saat Langkat butuh dukungan, Bekasi siap berdiri di belakang,” pungkas Sukamto.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa semangat FSPMI sebagai federasi nasional terus hidup. Perbedaan wilayah tidak memisahkan, justru menjadi kekuatan untuk saling menguatkan dalam satu tujuan memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh Indonesia
Langsung ke konten








