MEDAN | TVNYABURUH, – Partai Buruh Sumatera Utara bersama element Serikat Buruh yang tergabung dalam partai Buruh keluarkan Pernyataan Sikap “Gerakan Buruh Sumut Konvoi Cari Gubsu Dengarkan Aspirasi Buruh” paska menggelar aksi Pra May Day 2026 pada 16 April 2026 di kantor Gubernur Sumatera Utara kamis kemarin (18/4/2026).
Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh Ketua EXCO Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo, SH dihadapan awak Media seusai melakukan delegasi bersama jajaran Pemprovsu di ruang pertemuan Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Pada pernyataannya, Willy yang juga merupakan Ketua DPW FSPMI Sumut ini mengatakan bahwa Gubernur Sumut harus hadir dan mendengarkan langsung Aspirasi Buruh di aksi May Day Buruh nanti.
“Aksi hari ini hanya pemanasan (Pra May Day) menjelang Aksi di Hari Buruh International May Day 2026 1 Mei mendatang. Hari ini kami hanya ditemui oleh jajaran pejabat Pemprovsu, tidak bertemu dengan Gubsu Boby Nasution. Walaupun begitu, kami sudah sampaikan tuntutan kami mulai dari isu Nasional maupun Isu perjuangan Daerah kepada mereka. Hari ini kami juga meminta agar Gubsu bisa bertemu langsung dengan kami di kantor ini, mendengarkan langsung Aspirasi kami pada aksi besar Peringatan Hari Buruh Sedunia yang akan kami gelar nanti. Sikap kami, jika Gubsu tidak ada di tempat pada aksi May Day nanti, kami pastikan akan menggelar Gerakan Konvoi Cari Gubsu di perayaan May Day yang digelar oleh Pemerintah. Kami ingin Gubsu dapat mendengarkan langsung Aspirasi kami dan merealisasikannya” Ucap Willy.
Dalam rencananya, meski sudah ditetapkan menjadi hari libur Nasional, Partai Buruh Sumut bersama Element Serikat Buruh, Tani dan lainnya akan tetap menggelar aksi, memobilisasi ribuan massa dari berbagai Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara seperti Kota Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Siantar, Asahan, Kota Tanjungbalai dan Labuhanbatu Raya pada perayaan Hari Buruh International 1 Mei 2026 mendatang.
Selain di Sumatera Utara, Aksi May Day 2026 ini juga digelar secara Nasional oleh Partai Buruh. Adapun tuntutannya adalah Sahkan UU Ketenagakerjaan yang baru sesuai dengan amanah MK, Hapus Outsourcing sebagaimana janji Presiden Prabowo Subianto pada perayaan May Day 2025 dihadapan puluhan ribu Buruh di Jakarta, Tolak Upah Murah serta tuntutan lain seperti Sahkan RUU PPRT, Sahkan UU Perampasan Aset, Perlindungan untuk Pekerja Digital Platform, Ratifikasi Konvensi ILO No. 190 hingga waspadai ancaman PHK akibat perang dan Impor Mobil.
Sedangkan untuk Isu tuntutan Daerah, Partai Buruh Sumut meminta agar Pemprovsu melakukan Revisi terhadap UMP Sumut tahun 2026 yang kenaikannya hanya menggunakan Indeks Tertentu yang paling rendah, dan merubah menggunakan Indeks Tertentu yang paling tinggi, melakukan Investigasi terhadap sistem kerja Perbudakan Pekerja di Perkebunan di Sumut, meminta agar aturan tentang Wajib Lapor Perusahaan dilakukan secara transparan dan sesuai aturan, menambah anggaran dan petugas disnaker di seluruh kab/kota di Sumut, menagih janji Perumahan murah untuk Buruh, pemberian sertifikat tanah untuk petani yang belum mempunyai lahan di Sumut dan meminta Pemerintah dan jajarannya dapat menyelesaikan permasalahan kasus-kasus perburuhan yang hingga sampai hari ini belum juga terselesaikan.
Lebih lanjut, Partai Buruh Sumut menegaskan bahwa mereka juga menolak peringatan Hari Buruh Sedunia ini digelar dengan cara berhura-hura, melakukan pesta dengan hiburan yang seolah melambangkan bahwa Buruh di Sumatera Utara sudah sejahtera.
“Kami akan tetap aksi. Kami menolak hari Peringatan May Day digelar dengan cara berhura-hura seolah melambangkan Buruh di Sumut sudah sejahtera, padahal pada praktiknya Buruh di Sumut masih jauh dari kata kesejahteraan. Dan untuk itu, jika tidak ditemui pada aksi May Day nanti kami akan cari Gubsu di perayaan-perayaan itu, pasti pak Bobby disitu” tutup Willy. (MP)
Langsung ke konten








