Rokan Hilir (Jum’at 20/02/2026)
Dugaan kebungkaman yang telah dilakukan oleh Kabid SMP Di dinas Pendidikan Rokan Hilir, tampaknya mulai menarik perhatian publik.
Pasalnya, kegiatan yang telah dijalankan oleh Dinas Pendidikan Rokan Hilir pada waktu itu, (16-19 Februari 2025) diduga kuat telah menguras anggaran yang tidak sedikit, bahkan kabarnya persoalan tersebut sempat dilaporkan ke aparat penegak hukum, sebab terindikasi kejanggalan.
Anehnya lagi, keterangan yang sempat di sampaikan oleh Asril Arif sebagai kepala Dinas Pendidikan Rokan Hilir pada waktu itu, menjelaskan bahwa “Dirinya sama sekali tak begitu memahami terhadap kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) tentang kurikulum berbasis Deep Leaning dalam peningkatan Kompetensi keahlian bagi kepala sekolah/ataupun guru dalam transformasi kurikulum merdeka menjadi kurikulum pendekatan “Deep Learning” Bagi kepala sekolah ataupun para gurunya ” Ucap Asri Arif pada waktu itu terhadap publik.

Tak hanya itu, menurut informasi sementara, kegiatan bimtek tersebut, menghabiskan anggaran perorangan berkisar Rp4500,000,(empat juta lima ratus ribu rupiah) untuk satu orang, terlepas baik itu guru, kepala sekolah, ataupun perangkat lainnya, yang masih bergaung didalam dunia pendidikan.
Menanggapi persoalan tersebut, publik akhirnya kembali melakukan konfirmasi melalui via whatsapp, terhadap Retno Kabid SMP Dinas Pendidikan Rokan Hilir, akan tetapi, hingga saat ini, jum’at 20 Februari 2026, Kabid SMP Dinas Pendidikan Rokan Hilir diduga kuat sengaja bungkam tanpa penjelasan tentang sederetan persoalan tersebut, yang juga menyeret dirinya salah satu aktor pelaksanaan bimbingan teknis tersebut (Bimtek).
Reporter: Handoko
Langsung ke konten









