Rokan Hilir (Minggu 22/02/2026) | Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama(Kabid SMP) Dinas Pendidikan Rokan Hilir, akhirnya kembali di gencarkan, terkait bimtek yang terjadi pada Tahun 2025 lalu, di Hotel Furaya Pekanbaru Riau dengan jumlah peserta yang tidak sedikit dan teridiri dari kepala sekolah, hingga pihak-pihak pendidik, kabarnya Se-Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.
Dalam hal itu, dikabarkan, bahwa tiap-tiap peserta di kenakan biaya berkisar Rp4500,000(Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) untuk per orangnya di kali dengan jumlah peserta yang tidak sedikit.
Anehnya lagi, menurut pemberitaan media pada waktu itu, mantan kepala Dinas Pendidikan Rokan Hilir, sama sekali tak begitu mengetahui kegiatan itu.
Untuk itu, publik telah berulang kali melakukan konfirmasi terhadap Retno, Kabid SMP Negeri Dinas Pendidikan Rokan Hilir terkait persoalan tersebut.

Akan tetapi, hingga kini Minggu 22 Februari 2026, Retno Kabid SMP Dinas Pendidikan Rokan Hilir,diduga kuat sengaja bungkam tanpa penjelasan sedikitpun terkait kegiatan tersebut.
Menanggapi kebungkaman tersebut, ketua Inakor Riau Unandra M. Saleh Mengatakan bahwa ” Kebungkaman yang terbilang tidak wajar ini, terkesan berbau ada kejanggalan yang sifatnya berbau penyimpangan ” Ucap Ketua Inakor Riau.
Unandra kembali melanjutkan ” Jika melihat dari anggaran yang tidak sedikit yang telah di kuras untuk kegiatan bimtek tersebut, kuat dugaan kita adanya penyimpangan dalam kegiatan tersebut ” Pungkas Unandra terkait persoalan tersebut pada minggu 22 Februari 2026.
Reporter: Handoko
Langsung ke konten









