Medan (Senin, 10/08/2026) | Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sumatera Utara terus memperkuat jejaring dan membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Kali ini, Pengurus Wilayah IGI Sumatera Utara melakukan audiensi ke BBPPMPV BBL Medan, Sumatera Utara, Senin (10/8).
Audiensi yang berlangsung di Aula BBPPMPV BBL, Jalan Setia Budi No. 75, Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, tersebut disambut hangat oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) BBPPMPV BBL Sumatera Utara, Siti Anom, S.T., bersama jajaran.
Kehadiran jajaran Pengurus Wilayah IGI Sumatera Utara yaang terdiri dari Wiwik Puspita Sari, M.Psi (Wakil Ketua II), Herman Setiadi, M. Pd (Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan), Ahmad Wijaya, S.E ( Ketua Bidang Perlindungan dan Advokasi Hukum Guru), M. Kurnia Sitorus, M.Pd ( Anggota), Yusniar, M.Pd (Anggota) menjadi bagian dari langkah strategis organisasi dalam membangun sinergi, khususnya dalam peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, terutama pada pendidikan vokasi di Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Siti Anom menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pengurus IGI Sumatera Utara. Ia menilai kolaborasi antara lembaga pengembangan pendidikan vokasi dengan organisasi profesi guru merupakan langkah positif dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan.
“Kami menyambut baik kehadiran Bapak dan Ibu Pengurus IGI Sumatera Utara. Semoga ke depannya kita dapat terus berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa posisi Kepala BBPPMPV BBL Sumatera Utara saat ini masih kosong. Untuk sementara, jajaran yang ada tetap menjalankan tugas dan menerima berbagai pihak yang ingin membangun kerja sama.
Menurutnya, BBPPMPV BBL Sumatera Utara terbuka untuk berkolaborasi dengan IGI, termasuk apabila ke depan dibutuhkan dukungan tenaga profesional sebagai narasumber dalam kegiatan peningkatan kompetensi guru.
Paparkan Program Kerja Lima Tahun.
Audiensi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan Ketua Wilayah IGI Sumatera Utara, Rita Andriani Sitorus, S.Sos., M.Si., mengenai profil organisasi, arah kebijakan, serta program kerja IGI Sumatera Utara untuk lima tahun ke depan.
Dalam pemaparannya, Rita menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak terlepas dari penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Guru dituntut memiliki keahlian sesuai bidang yang ditekuni sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
Rita juga memaparkan sejumlah program strategis IGI Sumatera Utara, mulai dari penguatan kapasitas guru, pengembangan kompetensi, kegiatan peningkatan profesionalisme, hingga program kolaboratif dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi IGI Sumatera Utara untuk mendapatkan inspirasi, referensi, serta berbagi praktik baik dalam pengembangan kompetensi guru dan pengelolaan program pendidikan, khususnya pendidikan vokasi.
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban. Diskusi berkembang pada berbagai peluang kerja sama yang dapat dilakukan antara IGI Sumatera Utara dan BBPPMPV BBL Sumatera Utara ke depannya.
Mohon Dukungan Fasilitas Pelantikan dan Seminar Nasional
Di penghujung audiensi, Ketua IGI Sumatera Utara Rita Andriani Sitorus menyampaikan rencana organisasi untuk melaksanakan pelantikan Pengurus Wilayah IGI Sumatera Utara sekaligus Seminar Nasional pada September mendatang.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Rita berharap BBPPMPV BBL Sumatera Utara dapat memberikan dukungan berupa penggunaan aula dan fasilitas asrama sebagai tempat pelaksanaan kegiatan.
“Harapan kami, sinergi yang dibangun hari ini tidak berhenti pada audiensi, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk program-program nyata yang memberikan manfaat bagi guru dan tenaga kependidikan di Sumatera Utara,” ujar Rita.
Audiensi ini menjadi salah satu langkah IGI Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Rita Andriani Sitorus dalam memperluas jejaring, membuka ruang kolaborasi, serta menghadirkan organisasi yang semakin dekat dengan berbagai lembaga pendidikan dan pemangku kepentingan.
(Red)
Langsung ke konten








