Berita  

Gagal Panen di Palika Dianggap Tidak Berdasar, Cici Mawardi dan Muklis DKPP Rohil Bisu Seribu Bahasa Ketika Dikonfirmasi Ulang oleh Publik

Share

Rokan Hilir (Sabtu18/07/2026) Program ketahanan pangan di ruang lingkup Pemkab Rokan Hilir, terakhir belakangan ini menjadi sorotan publik. 

Di ketahui, persoalan tersebut bermula dari kegagalan panen terhadap sawah cetak di Kepenghuluan Palika, Kecamatan Pasir Limau Kapas, dusun batang kopao. 

Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan bahwa teknis yang dilaksanakan di lapangan terkesan mengalami benturan akan kondisi yang dianggap tidak selaras. 

Sementara itu, di waktu sebelumnya, Mukhlis salah satu pejabat fungsional DKPP Rohil sempat mengatakan bahwa ” Bahwa kegagalan panen itu di sebabkan kemarau yang pernah terjadi ” Ucap mukhlis waktu itu. 

Di sisi lainnya, informasi yang dapat simpulkan, mengatakan bahwa”kegagalan sawah cetak tersebut di sebabkan adanya dugaan kegagalan teknis yang dianggap sebagai penyebab, sehingga kegagalan panen terhadap sawah cetak seluas 60 hektar lebih kesannya tak bisa di hindarkan.

Menanggapi persoalan ini, publik telah berupaya mengkonfirmasi terhadap salah satu pejabat fungsional Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian(DKPP Rohil) yang akrab di sapa mukhlis,akan tetapi, yang di dapatkan dari konfirmasi tersebut hanyalah sebuah pemblokiran nomor via whatsapp yang dilakukan oleh mukhlis sebagai pejabat fungsional terhadap awak media. 

Tak hanya sebatas itu, kepala Dinas DKPP Rokan Hilir sendiri (Cici Mawardi)juga tak luput dari dikonfirmasi publik Melalui via whatsapp pada jum’at kemarin terkait sikap salah satu pejabat fungsional DKPP yang dinilai mulai brutal. 

Akan tetapi, Cici sendiri sebagai kepala dinas DKPP Rokan Hilir juga terseret bungkam terkait persoalan tersebut. 

Sementara itu, di sisi lainnya, terkait percetakan sawah di lokasi tersebut, dikatakan sempat memakan lahan milik warga yang setatusnya sekarang ini masih dalam proses administrasi di Kepenghuluan Pasir limau Kapas, hal itu di ucapkan oleh PJ penghulu sendiri terhadap publik pada Sabtu siang 18 Juli 2026.

Dalam keterangannya, Pj Penghulu Amrul Mengatakan bahwa ” Warga yang lahannya termasuk dalam sawah cetak rabu besok di lanjutkan kepengurusannya ” Ucap Pj penghulu pada sabtu siang. 

 

Reporters: Handoko

banner 468x60