Deli Serdang (Sabtu, 31/1/2026) | Kegiatan bakal Bazar Ramadhan 2026 di bulan February hingga di bulan Maret selama satu bulan akan dilaksanakan di Alun-Alun kecamatan Tanjung Morawa jalan sultan serdang lapangan bola kaki SMA Negeri 1 pasar VIII desa Buntu Bedimbar kecamatan Tanjung Morawa kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.
Kegiatan bazar ramadhan tersebut, akan diletakannya Stan-Stan tempat berjualannya para pedagang dan juga pentas seni untuk memeriahkan kegiatan Bazar Ramadhan tersebut. Dan menurut salah satu pedagang dinsum, ia menjelaskan kepada Tvnya Buruh, sewa lapak stan cukup mahal untuk ukuran satu stan dikenai biaya sebesar Rp3.400.000,- untuk satu bulan.
Selain itu, dari sekian banyaknya warga desa Buntu Bedimbar, buka suara, kalau tahun-tahun sebelumnya pernah juga mengambil stan bazar dilokasi tersebut di harga Rp6.000.000, beda ukuran beda harga sewa untuk satu buah stan, kata warga yang tidak mau di publikasikan namanya.
Dan menurut informasi yang diperoleh Tvnya Buruh, konon lapangan bola kaki tersebut milik pemerintah kecamatan Tanjung Morawa yang di pertanggungjawabkan oleh pemerintah desa Buntu Bedimbar ini, masuk wilayah dusun IV bukan masuk wilayah dusun III.



Sebelumnya, stan bazar pernah dikelola pihak Harmoni, dan sekarang diambil alih dikelola Snada Production hingga bertahun tahun, untuk harga Stan yang dibuat Snada cukup fantastis. Dan apakah nantinya akan mendapatkan ijin dari pemerintah setempat dan juga Aparat Penegak Hukum (APH).
Jika bazar tersebut terlaksana, maka terbukti! pemerintah setempat dan Aparat Penegak Hukum menerima upeti dari penyelenggara tersebut.
Diminta kepada pemerintah Kabupaten Deli Serdang, pemerintah Kecamatan Tanjung Morawa dan pemerintah desa Buntu Bedimbar, serta ijin keramaian dari pihak Kepolisian Tanjung Morawa, untuk tidak memberikan izin kegiatan Bazar Ramadhan 2026 yang bakal merusak rumput lapangan bola kaki pasar VIII tersebut.
Selain itu, Reporter TVnya Buruh ketika memberitakan Bazar Ramadhan 2026 pada Sabtu, (10/1), dirinya mendapatkan ancaman terhadap salah satu kepala dusun desa Buntu Bedimbar akibat pemberitaan yang viral tersebut.
Reporter: Ahmad Jais
Langsung ke konten









