Pasaman Barat (Jumat, 20/03/2026) |
Meski perbedaan hari raya di desa mereka dengan Muhammadiyah, namun, masyarakat sendiri mengikuti sidang isbat yang di umumkan oleh Kemenag RI bahwa penetapan 1 syawal 1447 Hijiriyah jatuh pada sabtu tanggal 21 maret 2026.
Dan akhirnya, masyarakat di sejumlah daerah melakukan pawai obor didaerahnya masing-masing termasuk di desa Muara Mais.
Ratusan masyarakat pawai obor atau berkelilling kampung dari jalan lintas barat-mandailaing natal hingga ke jalan Alamat di desa Muara Mais kecamatan Ranah Batahan Kabupataen Pasaman Barat Sumatera Barat disambut meriah.
Kegiatan pawai obor yang terbuat dari bambu dan sumbu kain yang berisikan minyak tanah ini, sering disebut-sebut Corok oleh masyarakan Ranah Batahan. Dan corok sendiri berasal dari kata bahasa daerah Mandailing, yakni, bambu yang berapi.
Terlihat antusias warga desa Muara Mais mulai dari anak-anak hingga orang dewasa melakukan pawai keliling kampung (desa) sejauh 2 kilometer yang berakhir di masjid Raya Muara Mais Perkandangan.
Ratusan masyarakat yang bermodalkan bambu berisikan minyak tanah (obor) masing-masing membawa 1 orang 1 obor. Dan obor terbuat dari bambu tidak membahayakan anak-anak tersebut.
Reporter: Ahmad Jais
Langsung ke konten







