Jakarta (Senin, 29/12/2025) | Dipenghujung tahun 2025, Forum Komunikasi Praktisi dan Pemerhati Polisi (KP3) Polri bersama Barisan Penggerak Supremasi Sipil (BPSS) Menggelar diskusi refleksi akhir tahun yang menyoroti pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah ujian bencana alam. Acara dilaksanakan di Genus Coffee & Boutique Bogor pada Sabtu, (27/12/2025).
Dalam acara tersebut, sosok yang akrab disapa “Abah” hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan pandangan tajam mengenai kondisi sosial-politik terkini.
Abah menyampaikan narasi yang sangat kuat dan lugas dalam menanggapi dinamika opini publik.
Pagar Opini: Melawan Politisasi Musibah
Dalam pernyataannya, Ade Adriansyah SH, MH Atau biasa di kenal dengan panggilan “Abah” ini menegaskan bahwa musibah tidak boleh dijadikan komoditas politik oleh pihak mana pun, terutama kelompok “kaum pendengki” yang masih terjebak dalam residu kontestasi politik masa lalu.
“Jangan menari di atas luka rakyat. Memanfaatkan bencana untuk memprovokasi atau mendelegitimasi pemerintah adalah tindakan yang miskin moral dan cacat fikir,” tegas Abah Ade dalam sesi diskusi bersama Barisan Penggerak Supremasi Sipil (BPSS) dan Megapolitan Strategic Indonesia (MS INDONESIA) jajaran KP3 Polri.
Apresiasi Kerja Kemanusiaan TNI-Polri
Abah Ade juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada aparat TNI, Polri, tim SAR, dan para relawan yang tengah berjibaku di lapangan.
Ia menekankan agar publik mendorong semangat gotong royong nasional dan melepaskan segala beban kepentingan di luar kemanusiaan.
“Bantu pemerintah atau diam. Jangan buat keruh NKRI saat aparat kita sedang bertaruh nyawa menyelamatkan rakyat.
Jika kalian terus menjual narasi perpecahan, maka persatuan nasional siap meladeni,” tambahnya.
Kesimpulan Refleksi 2025
Diskusi ini menyimpulkan bahwa kunci melewati tantangan tahun 2026 adalah soliditas bangsa.
Melalui forum ini mengirimkan pesan kuat kepada para “oposan residu” untuk berhenti memperkeruh suasana.
Keselamatan rakyat harus menjadi hukum tertinggi di atas segala kepentingan kelompok.
Disisi lain Rizal “Ebiet” Ir, salah satu pembicara dari Barisan Penggerak Supremasi Sipil (BPSS) didalam diskusi tersebut menyatakan bahwa dalam waktu dekat awal tahun 2026 ini akan dilaksanakan konsolidasi aktivis nasional dalam acara kemah kebangsaan untuk menyatukan visi dan mempertegas komitmen perjuangan bersama menjaga demokrasi dan penegakan supremasi sipil dan hukum diera rezim Prabowo Subianto.
Acara ditutup dengan komitmen bersama antara KP3 Polri, (BPSS), Megapolitan Strategic Indonesia (MS Indonesia), Barisan Penggerak Supremasi Sipil dan seluruh peserta untuk terus mengawal narasi persatuan demi menjaga marwah NKRI.
Reporter: Hilman
Langsung ke konten








