Langkat (Sabtu, 13/12/2025) | Keadaan situasi tanggul benteng di pemukiman warga kecamatan Tanjung Pura masih terlihat Jebol, akibat terjangan banjir besar beberapa waktu lalu. Dan terlihat dari kamera dron milik warga menunjukan tempat yang masih tergenang air bercampur lumpur pada Rabu, 10 Desember 2025.
Terkait penanggulangan bencana, Bupati Langkat mengeluarkan dan memperpanjang surat edaran tanggap darurat, dengan nomor keputusan 360-05/K/2025. Tentang perpanjangan tanggap status darurat bencana alam banjir di Kabupaten Langkat, terhitung pada tanggal 03 sampai dengan 16 Desember 2025. Dengan surat edaran langsung dari Bupati tersebut, diduga hanya sebatas isapan jempol atau sebagai surat mainan seremonial belaka.
Bupati Langkat Syah Afandin diduga Kinerjanya makan tidur, terbukti! dari tanggul yang masih terlihat jebol di benteng-benteng pinggiran sungai dan akses jalan warga kelurahan Pekan Tanjung Pura putus total dan belum juga di perbaikinya.
Hal ini pun sudah disampaikan masyarakat ke Bupati Langkat Syah Afandin, nyatanya Bupati diduga tidak merespon dalam penanganan tersebut, terbukti dari tidak responnya Bupati Langkat tersebut dari tanggol yang jebol dan air bercampur lumpur yang masih tergenang di pemukiman rumah dan halaman warga kelurahan Pekan Tanjung Pura belum juga di perbaiki di tangani oleh pemerintah kabupaten Langkat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mengeluarkan surat edaran waspada cuaca ekstrem pertanggal 08 sampai dengan 15 Desember. Namun, Bupati Langkat nampaknya hanya sebatas mengetahui surat edaran tersebut dan tak siap dalam penanganannya, hal ini terlihat dari lambatnya dalam perbaikan tanggul tanggul yang cebol dan bocor.
Masyarakat Kabupaten Langkat tentunya berharap kepada sang komando penanggulangan bencana Bupati Langkat Syah Affandin. Terkait musibah bencana alam banjir dapat ditanggulangi dengan sigap bukan dengan serimonial semata.

Dalam penanggulangan bencana pemerintah dalam hal ini harus siap bukan hanya sekedar memberikan bantuan kepada warga ,tapi bagaimana tanggap nya pemerintah kabupaten dalam menangani musibah yang ada, bukan selfie sana selfie sini sebuah pencitraan menunjuk kan kepada bapak Presiden Prabowo Subianto, tetapi bagaimana proses penanggulangan cepat dan tanggap.
Ketua partai buruh Kabupaten Langkat Said Abdullah, sangat menyayangkan sikap dari Bupati Langkat, Terkait lambatnya penanganan penanggulangan yang lambat.
“Himbaun dari BMKG sudah ada ,kita tidak tau musibah kapan datang kembali, dan kita hanya bisa berdoa musibah ini tidak terjadi lagi.” Ucapnya
Namun demikian pemerintah kabupaten Langkat yang di pimpin Bupati Langkat Syah Afandin, harus menyikapi dengan sigap atas tanggul yang bocor tersebut, hari ini masyarakat mengalami kerugian yang sangat tak terhitung jumlahnya ditambah lagi akses jalan di kawasan tanggul yang bocor putus, masyarakat sangat kecewa dalam hal ini.” Ujar Said Abdullah
Tim kabiro Langkat
Langsung ke konten









