Pakpak Bharat (Sabtu, 15/11/2025) | Sejumlah Proyek di Desa Boangmanalu Kecamatan Salak Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara, yang Menelan Anggaran Cukup Pantastis tahun 2023 yang lalu, di duga Kuat telah menjadi ajang praktek korupsi
Pasalnya pengerjaan proyek Sarana Jaringan Air Bersih dengan Nilai anggaran 380 juta rupiah yang di Alokasikan dari Dana Desa. Selain itu, Proyek Penataan Taman Wisata dengan nilai 200 juta rupiah, terkait pengerjaan proyek tersebut diduga banyaknya kejanggalan dan menyalahi bestek serta presedur pekerjaannya.
Tumpal Boangmanalu Selaku Warga Desa Boangmanalu Menyebutkan, Bahwa Pada saat Pembangunan sarana Jaringan Air Bersih tahun 2023, warga tidak melihat adanya bendungan Baru di sumber, yang ada hanyalah bendungan Proyek pamsimas yang dikerjakan pada tahun 2019.
Selain itu, penyambungan Pipa yang digunakan dari Bendungan itu juga merupakan Pipa lama yang di biayai oleh Anggaran Pamsimas Tahun 2019.
kejadian ini menimbulkan kecurigaan bahwa, diduga bendungan yang digunakan pada jaringan air bersih saat ini adalah bendungan Pamsimas.
Tumpal juga menambahkan, terkait adanya Pembangunan Jaringan Air Bersih tahun 2023, bahwa aparat Desa Juga memungut Biaya kepada warga berkisaran 300 sampai 400 Ribu Rupiah per-kepala Rumah tangga. Dengan Alasan Kurangnya Biaya untuk pekerjaan penanaman pipa yang akan disalurkan kerumah warga tersebut.

Selain Proyek Sarana Jaringan Air Bersih, Taman Wisata Deleng Raja yang di bangun tahun 2023, juga ikut Menjadi Sorotan publik. Hal itu merujuk terhadap Proyek yang Bernilai 200 juta tersebut, dan terlihat bangunannya Rusak Parah dan tidak terawat
Parulian Berutu, warga desa Boangmanalu menyoroti anggaran yang disebut sebut dana hibah yang di serahkan Bupati Pakpak Bharat kepada Pemerintah Desa Boangmanalu Tahun 2023 untuk di kelola oleh Badan Usaha Milik Desa dengan sebaik mungkin, dengan tujuan untuk meningkatkan Pendapatan Keuangan Desa kedepannya, terkait hal itu, tak terwujud apa yang diharapkan bupati pakpak bharat.
Namun Fakta dilapangan mengatakan bahwa, objek wisata yang dikelola oleh Bumdes desa boangmanalu diduga tidak pernah beroprasi dan telah di penuhi Semak Blukar dan dahan tanaman jagung.
Dan inilah yang menimbulkan Kecurigaan besar bagi warga, diduga bahwa telah terjadi adanya praktek korupsi secara terang terangan yang dilakukan oleh oknum kepala desa boangmanalu
Parulian menambahkan, dalam waktu dekat ini, akan melaporkan ke Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Dairi dan menyerahkan bukti bukti adanya dugaan Korupsi pada sejumlah proyek yang di lakukan oleh oknum kepala desa.
Kapala Desa Boangmanalu Imanuel.B sekira Rabu, 12/11 Wib kepada Reporter Tvnyaburuh menjelaskan Bahwasanya itu adalah pekerjaan di tahun 2022 yang lalu yang di anggarkan dari dana desa dan bukan di tahun 2023, itu pekerjaan pamsimas yang di kerjakan oleh Parulian Berutu, jelas kades tersebut.
Sekira pukul 17:11 Wib (15/11) kepala desa Boangmanalu Immanuel.B ketika dikonfirmasi ulang oleh redaksi tvnyaburuh terkait pembangunan tersebut via telpon dan ia menjelaskan, kalau dirinya adalah wartawan pada tahun 2010 dan anggota PWI yang sudah mengikuti uji kopetensi, katanya sore ini
Tambahknya lagi via pesan whatsApp mengatakan “Informasi yang di sampaikan Parulian Berutu dan Tumpal Boangmanalu adalah informasi Bohong/Hoaks.” Ucapnya sekira pukul 17:33 Wib
Reporter: Patar Sinamo
Red: Ahmad Jais Sembiring
Langsung ke konten








