Rokan Hilir (Senin/18/05/2026) | Persoalan yang menyeret Pemkab Rokan Hilir di ambang kehancuran, iyalah dengan lumpuhnya sektor keuangan Daerah, sehingga menjadi roda kepemerintahan ini menjadi porak-poranda.
Kejadian tersebut diperkuat dengan rintihan yang hingga kini masih terus bergeming di kalangan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang terlibat, salah satunya kontraktor.
Data menunjukkan, hingga 18 Mei 2026, gejolak tunda bayar kegiatan di tahun lalu tak selesai, hingga membuat sejumlah pihak kontraktor sempat mendatangi mes Bupati Rohil di beberapa waktu lalu.
Selain dari pada pihak rekanan kontraktor, Organisasi Pemerintah Daerah, yang telah melakukan kegiatan di tahun sebelumnya, hingga kini belum juga mendapatkan pembayaran terhadap kegiatan di tahun tersebut.
Mirisnya, alih-alih hendak menyelesaikan sederetan tunda bayar, Anggaran GU untuk di tiap-tiap OPD Daerah hingga kini kabarnya masih terlantar.
Dugaan sementara kejadian tersebut, dipicu tentang lemahnya sektoral keuangan daerah sehingga persoalan tersebut tak bisa dihindarkan.
Parahnya lagi, saat publik melakukan konfirmasi terhadap BAPENDA Rohil, baik itu kepala Bapenda itu sendiri, maupun kabidnya, pihak Bapenda rohil terlihat enggan untuk memberikan jawaban, tentang Pendapatan Asli Daerah(PAD) yang dianggap mampu menampung beban daerah yang mana terakhir belakangan ini mengalami defisit anggaran, sehingga pergerakan di beberapa OPD Daerah terancam lumpuh total.
Adapun jawaban salah satu kabid Bapenda saat dikonfirmasi di beberapa waktu lalu, dirinya mengatakan bahwa ” Sedang dirumah sakit dalam keadaan berobat ” Ucap budiman yang sempat terkonfirmasi oleh publik di beberapa waktu lalu.
Di sisi lainnya, Fauzi Effrizal Sekda Rokan Hilir, saat dikonfirmasi pada senin pagi 18 Mei 2026 menyebutkan bahwa”, Pemerintah Daerah sudah bekerja, kami tidak hanya diam dalam menghadapi masalah ini” Pungkas Fauzi yang dapat disimpulkan.
Reporter: Handoko

