Berita  

Langka BBM atau Langka Pengemudinya, Inilah Penjelasan Pertamina Berbeda Dengan Penjelasan Gubsu Bobby?

Share

Sumatera Utara (Rabu, 15/7/2026) | Penjelasan PT Pertamina? Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kebutuhan yang cukup masif di wilayah cakupan distribusi Fuel Terminal (FT) Medan Group.

Cakupan wilayah terdampak meliputi Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, hingga sebagian wilayah Aceh seperti Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.

Selain lonjakan konsumsi masyarakat, Fahrougi membeberkan bahwa rantai distribusi di wilayah Sumatra Utara sempat terkendala akibat adanya penyesuaian operasional pada armada distribusi truk tangki.

Guna mengatasi masalah ini secara cepat, Pertamina langsung mengambil langkah taktis di lapangan dengan mengerahkan unit bantuan tambahan:

Armada Tambahan: Menambah 15 unit Mobil Tangki (MT) bantuan untuk mendongkrak kapasitas distribusi.

Personel Tambahan: Mengerahkan 30 Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan demi mempercepat pengiriman dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU.

Atas situasi ini, pihak Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM secara bijak sesuai dengan kebutuhan normal harian.

Pihaknya memastikan terus memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan agar pasokan energi di Sumatra Utara kembali stabil.

Penjelasan Bobby Ketika Konferensi Pers Pada Selasa (14/7) Berbeda Dengan Penjelasan Pihak Pertamina:

Berbeda dengan pernyataan pihak Pertamina yang mengaku kalau mereka sudah menambah armada untuk mendistribusikan BBM, Gubernur Bobby Nasution justru berpandangan berbeda. Ia mengatakan bahwa kelangkaan BBM di sejumlah SPBU di Sumut disebabkan pengemudinya pemberhentian massal.

Versi Bobby menyebutkan, gangguaan armada terjadi karena ada sejumlah sopir tangki yang berhenti. Jumlah yang berhenti juga cukup banyak, sehingga tenaga sopir yang mengantarkan BBM ke SPBU berkurang.

Untuk itu, kata Bobby Nasution pihaknya meminta petugas kepolisian dan TNI untuk membawa mobil tangki BBM tersebut ke SPBU yang ada di Sumut. Langkah menggunakan tenaga TNI itu untuk menjawab keresahan masyarakat karena antrean yang mengular hampir di seluruh SPBU Sumut.

“Yang disampaikan pertamina, bukan kelangkaan BBM-nya, tapi yang langka itu katanya adalah, pengemudi yang ngantar BBM-nya, jadi distribusinya!. Persoalannya!, karena, driver yang bawa truk BBM-nya itu! kemarin, disampaikan tadi, itu terjadi pemberhentian massal sehingga banyak truk pengangkutnya tidak bisa beroperasi.” Ucap Bobby di Kantornya di Medan (14/7/2026).

Hingga hari ini, kata Bobby berdasarkan informasi, Pertamina belum selesai melaksanakan perekrutan.

“Jadi TNI Polri ini untuk bisa menganti sementara driver yang hari ini belum selesai perekrutannya. Jadi kami minta mulai malam ini dari TN-Polri sudah ready untuk itu,” jelasnya.

Bagi rakyat, versi mana pun yang sedang terjadi saat ini, hendaknya segera teratasi. Dan antrian di SPBU yang mengganggu perputaran ekonomi, segera berakhir.

Editor: Ahmad Jais Sembiring

banner 468x60