Site icon Tvnya Buruh Indonesia

Keluarga Korban Kemalingan Jadi Tersangka Pingsan Depan Pintu Gerbang Polrestabes Medan, Satu Tahun Belum Ada Kepastian Hukum

 

Deli Serdang (Selasa, 22/9/2026) | Suasana di lingkungan Polrestabes Medan sempat memanas setelah keluarga yang mengaku sebagai korban pencurian di Pancur Batu datang untuk menyampaikan surat pemberitahuan aksi demonstrasi, (21/9)

Menurut keterangan keluarga, mereka telah menunggu hampir dua jam agar surat tersebut dapat diterima. Namun, pihak keluarga menyebut petugas masih melakukan koordinasi sehingga surat belum kunjung diterima.

Situasi kemudian memanas ketika keluarga mempertanyakan alasan surat pemberitahuan aksi tersebut belum diterima.

“Koordinasi dengan siapa?” demikian pertanyaan yang disampaikan pihak keluarga saat berada di lokasi.

Di tengah situasi tersebut, seorang perempuan yang disebut sebagai Br Sihotang dilaporkan sempat pingsan di depan kantor Kapolrestabes Medan.

Keluarga menyebut perempuan tersebut sebelumnya terlibat perdebatan dengan petugas. Setelah itu, kondisi fisiknya disebut menurun hingga akhirnya pingsan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian keluarga yang berada di lokasi.

Keluarga juga kembali menyampaikan persoalan hukum yang selama ini mereka perjuangkan. Mereka mengaku sebagai korban pencurian di Pancur Batu, namun kemudian menghadapi proses hukum sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Selain itu, keluarga mengklaim telah membuat laporan terhadap pihak yang mereka sebut sebagai orang tua pelaku pencurian. Menurut mereka, laporan tersebut hingga kini belum memperoleh penyelesaian yang mereka harapkan, bahkan disebut telah berjalan sekitar sembilan bulan.

Atas kondisi tersebut, keluarga mempertanyakan transparansi serta kepastian penanganan laporan mereka.

“Tolong kami, Pak Prabowo! Tolong kami, Pak Gibran!” teriak Tionia Sihotang

Keluarga kemudian menyatakan akan terus menyampaikan aspirasi melalui jalur yang tersedia dan meminta agar persoalan hukum yang mereka hadapi mendapat perhatian serta penanganan yang jelas.

Peristiwa saat penyerahan surat aksi tersebut juga memunculkan pertanyaan di tengah keluarga: mengapa penyampaian surat pemberitahuan aksi harus menunggu begitu lama dan apa yang menjadi alasan petugas melakukan koordinasi sebelum menerima surat tersebut?

Hingga berita ini disusun, belum terdapat penjelasan resmi dari Polrestabes Medan mengenai kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk alasan surat pemberitahuan aksi belum langsung diterima dan kondisi perempuan yang sempat pingsan.

 

(Red/Jais)

Exit mobile version