Medan (Selasa, 14/7/2026) | Isu mengenai mogok kerja sopir tangki sering kali didaur ulang dari peristiwa lama yang pernah terjadi pada tahun 2016 atau 2017.
Informasi yang mengklaim adanya aksi mogok massal sopir tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menyebabkan kelangkaan atau kepanikan massal saat ini adalah hoaks atau berita bohong.
Berikut adalah beberapa fakta terkait informasi seputar sopir truk tangki yang perlu diketahui:
Klarifikasi Isu Sopir Tangki Isu Mogok Massal BBM.
Berita mengenai sopir tangki mogok secara massal yang mengganggu pasokan BBM secara nasional adalah tidak benar.
Gangguan atau ancaman mogok kerja yang sifatnya lokal di masa lalu biasanya sudah diantisipasi dengan cepat oleh pihak terkait untuk memastikan distribusi tetap berjalan normal.
Penjelasan PT Pertamina.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kebutuhan yang cukup masif di wilayah cakupan distribusi Fuel Terminal (FT) Medan Group.
Cakupan wilayah terdampak meliputi Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, hingga sebagian wilayah Aceh seperti Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.
Selain lonjakan konsumsi masyarakat, Fahrougi membeberkan bahwa rantai distribusi di wilayah Sumatra Utara sempat terkendala akibat adanya penyesuaian operasional pada armada distribusi truk tangki.
Guna mengatasi masalah ini secara cepat, Pertamina langsung mengambil langkah taktis di lapangan dengan mengerahkan unit bantuan tambahan:
Armada Tambahan: Menambah 15 unit Mobil Tangki (MT) bantuan untuk mendongkrak kapasitas distribusi.
Personel Tambahan: Mengerahkan 30 Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan demi mempercepat pengiriman dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU.
Atas situasi ini, pihak Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM secara bijak sesuai dengan kebutuhan normal harian.
Pihaknya memastikan terus memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan agar pasokan energi di Sumatra Utara kembali stabil
Editor: Ahmad Jais Sembiring

