Deli Serdang (Rabu, 20/5/2026) | Viralnya ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Deliserdang KH. Kaya Hasibuan telah di atur duduknya dikursi yang dilapisi kain putih berdampingan dengan perempuan kanan dan kiri yang bukan mahramnya oleh panitia Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Selain ketua MUI yang duduknnya di atur, seluruh calon kepala desa Se-Kabupaten Deliserdang juga di atur duduknya sesuai nama yang tertulis dibangku tersebut dalam kegiatan deklarasi damai pemilihan kepala desa serentak gelombang II sekira pukul 11:00 (19/5) Wib di Balairung Pemkab Deliserdang.
Miris! dalam video dan foto tak enak dipandang mata oleh publik dan tak pantas ulama besar di kabupaten Deliserdang ketua MUI KH. Kaya Hasibuan duduknya di belakang atau di belakangi (mantati.red) oleh TNI dan Polri. Namun, yang lebih pantasnya lagi yang duduk dibelakang atau pun diposisi duduk ketua MUI itu, yakni Anggota DPRD kabupaten Deliserdang yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Yang pada umumnya ketua MUI Deli Serdang dari masa kemasa ketika diundang di acara kegiatan besar, duduknya sejajaran dengan Bupati Deli Serdang dan Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo.
Kabid Bina Pemerintahan Desa yang dijabat oleh Rismar Silaban ketika ditanyai panjang lebar, mengenai berapa orang panitia di acara deklarasi damai tersebut, ia tak mampu menjelaskan berapa banyak panitia PMD dilokasi, bahkan dari penjelasannya berkelit-kelit dengan nada sedikit keras dan marah, hingga akhirnya berujung meminta maaf kepada publik
“Bang aku masih dalam kondisi cape lo bang, ya udah, Kalau itu kesalahan kami, aku minta maaf, tidak ada unsur kesengajaan.” Ujarnya kepada Wartawan diruanganya (Pukul 17:18 Wib)
Publik berharap kepada Bupati Deli Serdang Asri Luddin Tambunan agar memecat kabid Bina Pemerintahan Desa Rismar Silaban yang diduga tak menghargai ulama.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang tercantum dalam kitab Lubabul Hadits (karya Imam Jalaluddin al-Suyuthi), tentang keutamaan menghormati seorang ulama
“Barangsiapa memuliakan orang alim (guru/ulama), maka ia memuliakan aku. Dan barangsiapa memuliakan aku, maka ia memuliakan Allah. Dan barangsiapa memuliakan Allah, maka tempat kembalinya adalah surga”
Reporter: Ahmad Jais Sembiring

