Deli Serdang (Senin, 26/1/2026) | Beginilah situasi lapangan garuda di desa Buntu Bedimbar kecamatan Tanjung Morawa yang beberapa waktu lalu digunakan oleh pengusaha pasar malam selama satu bulan penuh, terlihat lapangan nya hancur, rumput yang tadinya hijau dan rapi, kini rumput tersebut bak seperti padang tandus, warna nya kecoklatan, dan dasar tanah yang terlihat menganga lebar, juga rumputnya kering yang terinjak-injak pengunjung pasar malam dan bercap bekas alat permainan pasar malam tersebut.
Inilah yang di khawatirkan warga, lapangan bola kaki pasar VIII (8) desa Buntu Bedimbar jalan Sultan Serdang yang menjadi kebanggaan warga Tanjung Morawa, yang kini diberi nama oleh pemerintah kabupaten yakni, Alun-Alun kecamatan Tanjung Morawa, jika digunakan oleh penitia Bazar Ramadhan 2026 bakal hancur rusak parah seperi lapangan garuda.
Kegiatan bakal Bazar Ramadhan 2026 di bulan February hingga di bulan Maret selama satu bulan penuh diduga akan dilaksanakan di Alun-Alun kecamatan Tanjung Morawa yang akan diletakan Stan-Stan untuk berjualannya para pedagang dan juga pentas untuk memeriahkan kegiatan Bazar tersebut.
Informasi yang diperoleh dari warga salah satu pedagang dinsum, ia menjelaskan kepada Tvnya Buruh, bahwa dirinya bertanya kepada panitia Bazar untuk satu stan berjualan dimsum dikenai biaya sebesar Rp3.400.000,- untuk selama satu bulan.
Diminta kepada pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan pemerintah Kecamatan Tanjung Morawa, serta ijin keramaian dari Polisi Sektor (Polsek) Tanjung Morawa, untuk tidak memberikan izin kegiatan Bazar Ramadhan selama satu bulan tersebut.
Dan sebelumnya pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, Reporter TVnyaburuh memberitakan bakal ada kegiatan Bazar Ramadhan di lapangan bola kaki pasar VII tersebut mendapatkan ancaman terhadap salah satu kepala dusun desa Buntu Bedimbar, akibat dari pemberitaan tersebut.
Reporter: Ahmad Jais

