Rokan Hilir (Sabtu, 11/4/2026) | Keresahan masyarakat terhadap dugaan maraknya peredaran narkoba akhirnya memuncak. Ribuan warga di wilayah Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, meluapkan emosi dengan menggeruduk sebuah rumah yang diduga milik terduga bandar narkoba, Jumat, 10 April 2026.
Aksi spontan tersebut terjadi setelah warga menilai tidak adanya langkah tegas dari aparat penegak hukum setempat, khususnya dari Polsek Panipahan, terhadap aktivitas yang diduga telah lama meresahkan lingkungan.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, massa dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, tampak berkumpul di sekitar lokasi.
Mereka melempari rumah bertingkat dengan pagar biru dan besi hitam yang diyakini sebagai pusat aktivitas peredaran narkoba.
Tak hanya itu, amarah warga juga berujung pada aksi pembakaran sejumlah kendaraan yang berada di sekitar rumah tersebut. Kobaran api sempat membesar sebelum akhirnya mereda.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat.
“Kami sudah lama resah. Peredaran narkoba di sini seperti dibiarkan. Anak-anak muda banyak yang jadi korban. Kami tidak ingin kampung kami hancur,” ujarnya.
Warga lainnya juga menyebut bahwa berbagai laporan yang sebelumnya disampaikan kepada pihak berwenang dinilai tidak membuahkan hasil signifikan.
“Sudah sering dilaporkan, tapi seperti tidak ada tindakan nyata. Akhirnya masyarakat bergerak sendiri,” katanya ketika dikutip dari riau online.
Meski demikian, situasi ini menjadi perhatian serius karena aksi main hakim sendiri berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas, baik dari segi keamanan maupun hukum.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama.
Diperlukan sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum untuk memberantas peredaran narkoba tanpa harus menimbulkan konflik sosial.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait langkah lanjutan dari pihak kepolisian. Namun, masyarakat berharap kejadian ini menjadi titik balik bagi penegakan hukum yang lebih tegas dan transparan di wilayah Panipahan.
(Red/Handoko)

