Site icon Tvnya Buruh Indonesia

Pemuda Pancasila Beri Taliasih ke Warga Korban Tertabrak Mobil Doni Pace, Dodi Guruh: Jangan Termakan Isu-isu Kejadian Ini Bukan dari Ormas yang Sama

​Deli Serdang (Kamis, 22/10/2026) | Desakan pertanggungjawaban mengalir deras dari masyarakat Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa kabupaten Deli Serdang.

Hal ini memuncak pasca peristiwa tragedi aksi penembakan terhadap anggota Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pemuda Pancasila (PP) yang terjadi pada Minggu (18/10) malam pukul 21.30 WIB. Insiden ini melukai belasan warga sipil yang tidak bersalah saat berkenderaan di jalan lintas limau mungkur Bangun Rejo yang diduga ditabrak mobil toyota yaris yang dibawa Doni Pace yang pada saat itu dirinya sudah meninggal dunia didalam mobil akibat ditembak oleh pelaku AAL dan DAC.

Berdasarkan data yang dihimpun, Delapan warga sipil yang menjadi korban tabrakan mobil toyota yaris yang menabrak beberapa pengendara di jalan lintas limau mungkur desa bangun rejo, antara lainnya, yaitu:

​1. Dini Fadilah (22 tahun)

2. Winona Novia Pratika (14 tahun)

3. ​Tasya Dwi Azahra (13 tahun)

4. ​Robby Reihan Deka (13 tahun)

5. ​Imelda Nazwa Julia (16 tahun)

6. ​Fathan Al Faiza Danindra (4 tahun)

7. ​Khanza Putra Al Miko (3 tahun) dan,

8. ​M. Irlan

​Diantara 8 orang tersebut, Dua orang dinyatakan meninggal dunia dan yang lainnya dalam perawatan intensif dirumah sakit. Para korban sebagian besar merupakan warga Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa. Masyarakat menuntut pertanggungjawaban terhadap kedua Organisasi Kemasyarakat (ormas).

Dengan Berjiwa Besar dan Sosial yang Tinggi Adik kandung dari Almarhum Doni Pace, yakni Lando Escobar berkunjung bersama Rekan Pemuda Pancasila tingkat MPC Ketua Junaidi S.H, diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Anak Cabang (BP2AC) Pemuda Pancasila Tanjung Morawa Dodi Guruh, SH, bersama rekan Pemuda Pancasila PAC lainnya. Mendatangi Rumah Duka Dirlan, suami almarhumah Dini Fadilah di Desa Bagun Rejo dusun Vll, memberikan taliasih berupa sembako, minyak goreng, beras, Air mineral, serta uang duka terhadap korban yang ditinggalkan.

Muhammad Irlan (29) suami almarhumah Dini Fadilah, mengucapkan terimakasih atas kunjungan keluarga besar Pemuda Pancasila yang sudah hadir dan peduli terhadap mereka.

“Saya ucapkan terimakasih atas rasa kepedulian keluarga besar pemuda pancasila yang sudah memberikan ketenagan hati buat saya dan keluarga yang ditinggalkan istri, saya juga berharap kepada pihak kepolisian untuk menangkap para pelaku penembakan, sebab, tanpa ada kejadian itu, nggak bakal terjadi seperti ini bahkan hilangnya nyawa istri saya.” Ucapnya sedih

Kepala Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Anak Cabang (BP2AC) Tanjung Morawa, Dodi Guruh, SH kepada TVnyaburuh, mengatakan “Kami keluarga besar turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi terhadap keluarga bapak Dirlan, istri beliau yang telah meninggal dunia akibat tertabrak mobil almarhum Doni Pace.” Ujarnya

Lanjutnya “Kami juga tidak mau kejadian seperti ini, sebab, kami juga sebagai korban penembakan. Untuk itu marilah kita bersama-sama menunggu proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian Polda Sumatera Utara untuk menangkap pelaku yang dan untuk korban yang lainnya, hal ini akan kami sampaikan ke pimpinan pusat,” Ujar Dodi Guruh

“Dan jangan termakan isu-isu bahwa dalam pemberitaan kejadian bentrokan ini dilakukan sesama ormas, saya katakan! kejadian ini bukan dari ormas yang sama, kami tegaskan sekali lagi, kejadian ini bukan dari ormas yang sama, kami meminta kepada warga untuk bersabar, semoga dalang dari kejadian ini segera ditangkap.” Tutup Dodi Guruh

Dalam kunjungan tersebut juga dihadiri Kepala Desa Bangun Rejo Misno, Kepala Dusun Sudarno, Bhabinsa Yusran, Bhabinkamtibmas Sugiono, Ketua BPD Eko Rubandi, LPM Hamdani, serta beberapa tokoh Masyarakat setempat.

Reporter: Ahmad Jais

Exit mobile version