Rokan Hilir (Kamis 30/04/2026) | Kemajuan Pemkab Rohil, terakhir belakangan ini terlihat mulai pincang saat berjalan, hal itu di sebabkan,adanya indikasi dugaan tentang kelumpuhan total keuangan Daerah, sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat, terutama di kalangan Aparatur Sipil Negara
Untuk diketahui, kekosongan Kasda ini bukanlah pertama kalinya yang kerap di sorot publik, sebab, persoalan tersebut terlihat mampu memporak porandakan kemajuan daerah dari segala arah.
Selain menimbulkan kelumpuhan dari segala arah terkait roda kepemerintahan ini, kelumpuhan Keuangan ini juga menyeret nasib para ASN, yang mana mereka mengatakan, bahwa Tambahan Penghasilan Pegawai bakal mengalami pemotongan hingga 50%
dalam keterangannya pihak ASN di Rokan Hilir Mengatakan ” Kesulitan saat ini yang di alami oleh Pemerintah Daerah menimbulkan jeritan di kalangan masyarakat, terutama bagi kami yang terlibat kuat atas berjalannya roda kepemerintahan ini, Baru-baru ini kami mendengar kabar, bahwa tambahan penghasilan pegawai kami, (TPP) bakal mengalami pemotongan sebanyak 50% , dan pemotongan TPP tersebut terjadi dari bulan 6 hingga akhir tahun, akan tetapi, dari awal tahun, (Januari) hingga ke bulan 6 masih tetap normal seperti biasanya, jika pemotongan TPP pegawai ini benar-benar terjadi, maka sudah bisa di pastikan, bahwa ASN di rohil bakal mengalami kesulitan ekonomi sebab, masing-masing di antaranya telah terlilit hutang yang berjalan ” Ucap pihak ASN di Rohil.
Menanggapi persoalan tersebut, publik telah mengkonfirmasi Fauzi Effrizal Sekda Rokan Hilir melalui via WhatsApp pada kamis pagi 30 April 2026.
Dalam keterangannya, Fauzi Effrizal yang saat ini juga sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah Pemkab Rokan Hilir mengatakan bahwa ” sejauh ini belum ada arahan yang telah menjurus kesitu, kendati demikian, coba konfirmasi ke pihak Keuangan ” Ucap Fauzi Effrizal terkait persoalan tersebut.
Sementara itu, Sarman Kepala BPKAD Rokan Hilir sendiri, hingga saat ini bungkam saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut melalui via WhatsApp.
Reporter: Handoko

