Way Kanan ((Kamis, 14/05/2026) | Menanggapi video viral yang beredar pada Rabu (13/5/2026), Ketua DPD LSM Topan-RI Way Kanan, Sahrial Efendy, angkat bicara terkait dugaan pemerasan yang menyeret nama oknum aparat di Kabupaten Way Kanan.
Dalam keterangannya, Sahrial Efendy meminta agar persoalan tersebut diselesaikan melalui jalur hukum dan tidak dijadikan ajang pembunuhan karakter terhadap institusi kepolisian.
“Kalau memang ada indikasi pemerasan, silakan ibu melaporkan secara resmi ke Propam. Jangan sampai persoalan ini justru menjadi pembunuhan karakter terhadap lembaga kepolisian,” ujar Sahrial Efendy.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya masih menaruh kepercayaan terhadap kepemimpinan Kapolres Way Kanan dalam menjaga penegakan hukum dan profesionalisme anggota di lapangan.
“Kami masih sangat yakin dengan kepemimpinan Bapak Kapolres Way Kanan AKBP Didik Purnomo. Kami percaya apabila memang ada pelanggaran tentu akan ditindak sesuai aturan,” katanya.
Selain itu, Sahrial Efendy turut menyoroti persoalan penyalahgunaan dan dugaan penimbunan BBM subsidi yang disebut masih kerap terjadi, terutama di wilayah pedalaman Way Kanan.
Menurutnya, kondisi di lapangan sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan penimbunan BBM subsidi melebihi ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Migas.
“Di daerah pedalaman kadang ada pihak yang memanfaatkan situasi. Padahal BBM subsidi tidak boleh ditimbun melebihi ketentuan. Kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan maupun penimbunan BBM subsidi yang melanggar UU Migas,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Sahrial Efendy pada Kamis (14/5/2026) di Way Kanan, Lampung. Ia berharap masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum agar situasi tetap kondusif.
“Jangan sampai informasi yang belum jelas memperkeruh suasana. Mari sama-sama mendukung proses hukum yang transparan dan profesional,” tutupnya.
Reportert: Deta Suryana

