Rokan Hilir (Jum’at, 2/10/2026) Dinamika menuju Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kabupaten Rokan Hilir mulai memasuki babak menarik. Sejumlah nama mulai mencuat dan diperkirakan akan meramaikan bursa perebutan kursi Ketua DPD Golkar Rohil.
Dua nama yang kini menjadi perhatian adalah Kasrul, Ketua Depidar Balaidika Karya Provinsi Riau, dan H. Bistamam, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Rokan Hilir.
Kemunculan kedua figur tersebut membuat konstelasi internal Partai Golkar di Rohil diprediksi semakin dinamis. Keduanya memiliki latar belakang dan basis pengaruh yang berbeda, sehingga arah dukungan pemilik suara dalam Musda menjadi salah satu hal yang menarik untuk dicermati.
Sementara itu, Kasrul sendiri, sebelumnya telah menyatakan ” Tentang kesiapannya untuk maju dengan membawa gagasan kepemimpinan yang mengedepankan pendekatan bottom-up, yakni membangun komunikasi dan konsolidasi partai dari tingkat bawah hingga struktur pimpinan.
Menurut pandangan Dari Ketua Baladika Karya Provinsi Riau ” Kasrul”, penguatan partai tidak cukup hanya bertumpu pada figur di tingkat elite, tetapi harus melibatkan kader dan struktur partai di seluruh tingkatan, sejauh ini, saya sendiri telah mengantongi sebanyak 14 PK sebagai dukungan untuk syarat pencalonan ” Ucapnya dengan nada yang tegas.
Di sisi lainnya, nama H. Bistamam juga ikut disebut menjadi bagian dari dinamika bursa kepemimpinan Golkar Rohil. Sebagai kepala Daerah, H.Bistamam tentunya memiliki posisi strategis dalam peta politik lokal dan jaringan Pemerintahan Daerah.
Pertarungan menuju kursi Ketua DPD Golkar Rohil pun bukan sekadar soal siapa yang lebih dikenal publik. melainkan banyaknya faktor dukungan dari pemilik suara, konsolidasi kader, komunikasi politik, rekam jejak organisasi, serta arah keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Riau akan menjadi bagian penting dalam menentukan konstelasi Musda.
Informasi sementara ini, terkait persoalan tersebut, adanya dugaan persaingan antara Ketua Baladika Karya Provinsi Riau (Kasrul) Dengan Kepala Daerah Pemkab Rokan Hilir (H. Bistamam) jika keduanya benar-benar maju—berpotensi menjadi salah satu dinamika politik paling menarik di tubuh Golkar Rohil.
Namun, siapa yang akhirnya mendapatkan mandat memimpin DPD Golkar Rohil tetap akan ditentukan melalui mekanisme organisasi dan forum Musda sesuai ketentuan Partai Golkar.
Yang jelas, perebutan kursi Ketua DPD Golkar Rohil mulai memanas, dan pertarungan konsolidasi dukungan di tingkat kader serta pemilik suara diperkirakan menjadi kunci menuju Musda.
Kini publik menunggu: apakah Golkar Rohil akan menghadirkan pertarungan dua figur kuat, atau justru muncul konfigurasi politik baru sebelum Musda digelar?
Reporter: Handoko

