Site icon Tvnya Buruh Indonesia

Diduga Kualahan Menghadapi Konfirmasi Publik, Muklis DKPP Rohil Blokir Nomor Wartawan

Rokan Hilir (Jum’at, 17/07/2026) Oknum pejabat Pemerintah Daerah Pemkab Rokan Hilir dinilai tak memiliki etika dalam menjalankan tugasnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal itu di buktikan dengan sikap ataupun prilaku yang telah di tampilkan oleh salah seorang Oknum pejabat fungsional yang ternaung di dalam Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Pemkab Rokan Hilir (DKPP Rohil).

Diketahui, persoalan tersebut bermula, sejak terjadinya pembentukan sawah cetak di Kepenghuluan Palika, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Dusun batang kopao Rokan Hilir.

Yang mana lahan seluas 60 hektar lebih,yang telah di kelola diduga kuat mengalami gagal total dalam segi hasil panenya, Tak hanya itu, hembusan kabar juga sempat menyebutkan bahwa percetakan sawah di lokasi tersebut juga menelan hak warga masyarakat yang memiliki lahan di area tersebut.

Menanggapi kejadian ini, publik terus berupaya untuk meminta penjelasan dari pejabat fungsional yang diduga kuat terlibat dalam pembentukan sawah cetak di kecamatan Pasir Limau Kapas.

Akan tetapi, bukan di berikan pelayanan yang baik dari Dinas DKPP Rohil, pejabat yang bersangkutan justru melakukan pemblokiran nomor telepon via whatsapp, sehingga oknum pejabat tersebut tak bisa di konfirmasi.

Kejadian itu berkesesuaian dengan pesan whatsapp yang hanya bercontreng satu, sementara di nomor telpon yang lainnya tetap bisa terhubung dengan conteng II.

Dugaan sementara pemblokiran nomor telepon tersebut dipicu, atas adanya kegagalan panen terhadap sawah cetak di lokasi tersebut, sehingga kerugian negara tak bisa dihindarkan.

Sementara itu, di sisi lainnya, Pj Penghulu Palika saat dikonfirmasi publik melalui via telepon WhatsApp membenarkan tentang adanya dugaan benturan lahan cetak sawah di lokasi tersebut,publi dengan lahan milik masyarakat yang juga memiliki lahan d lokasi yang sama.

dalam keterangannya,Amrul Pj Penghulu Palika Mengatakan bahwa ” Iya benar ada warga yang melakukan sanggahan terhadap cetak sawah dilokasi itu, dan sekarang setatusnya masih dalam kepengurusan ” Ucap PJ Penghulu Palika yang sempat di konfirmasi publik.

Reporter: Handoko

Exit mobile version