Site icon Tvnya Buruh Indonesia

Buka Musrenbang Bumi Agung, Ini Pesan Bupati Way Kanan

Way Kanan (Rabu, 4/2/2026) | Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Bumi Agung 2026 di Aula Kecamatan setempat.

 

Forum ini menjadi pijakan awal dalam merumuskan arah pembangunan kabupaten untuk lima tahun ke depan.

 

Musrenbang kali ini mengusung tema besar: “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Ekonomi Lokal yang Didukung Konektivitas Infrastruktur dan Layanan Dasar Berkelanjutan.” Tema ini selaras dengan implementasi RPJMD Kabupaten Way Kanan Periode 2025–2029.

 

Dalam arahannya, Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, memaparkan capaian kinerja pembangunan berdasarkan Indeks Desa (ID) 2025.

 

Ia menyatakan Kecamatan Bumi Agung menunjukkan progres yang menggembirakan dengan rata-rata Nilai Indeks Desa sebesar 81,72, angka yang secara signifikan melampaui rata-rata kabupaten di angka 77,67.

 

“Dari 11 kampung di Bumi Agung, 7 sudah berstatus Mandiri dan 2 berstatus Maju. Kampung Srinumpi mencatat capaian tertinggi dengan skor 93,23, disusul Kampung Pisang Baru dengan 92,76,” kata Ayu, Selasa, 10 Februari 2026.

 

Namun, ia mengingatkan agar prestasi ini tidak membuat aparatur kampung terlena. Bupati menyoroti masih adanya dua kampung, yakni Mulyoharjo dan Bumi Agung, yang masih berstatus Berkembang.

 

“Ini menunjukkan adanya ketimpangan yang harus kita kejar bersama. Intervensi pembangunan di wilayah tersebut harus lebih intensif,” jelasnya.

 

Di sisi lain, Bupati memberikan gambaran jujur mengenai kondisi keuangan daerah. Saat ini, pendapatan Kabupaten Way Kanan masih sangat bergantung pada dana transfer pusat dan provinsi.

 

Pada 2026, terjadi penurunan pendapatan daerah sebesar Rp164 miliar dibandingkan tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi Transfer ke Daerah (TKD) dari Kementerian Keuangan. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah untuk sangat selektif dalam penganggaran.

 

“Dengan keterbatasan yang ada, prioritas belanja kita fokuskan pada kebutuhan wajib dan mengikat, mulai dari gaji ASN dan PPPK, operasional rutin, sektor pendidikan dan kesehatan, hingga SILTAP dan insentif aparatur kampung demi menjaga standar pelayanan publik,” jelasnya.

 

Selain fokus pada infrastruktur dan ekonomi, Bupati Ayu juga menginstruksikan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

 

Ia mengajak warga menghidupkan kembali semangat gotong royong untuk normalisasi drainase dan optimalisasi embung desa guna mencegah banjir.

 

Isu lingkungan juga menjadi poin utama. Bupati menyatakan ekonomi tidak boleh dibangun di atas kerusakan alam.

 

“Gerakan penanaman pohon di kawasan kritis harus terus digalakkan. Pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

 

Reportert: Deta Suryana

Exit mobile version