DELI SERDANG | Seorang gadis bersekolah di salah satu Menengah Atas (SMA) di Kotasan Galang berusia 16 Tahun inisial PL di kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, diduga dibawa oleh oknum sopir angkot A15 jurusan Tanjung Morawa – Pinang Baris telah melakukan pelecehan sexsual dirumahnya. (Kamis, 17/7/2025).
Kronologi yang terjadi, berawal dari seorang gadis yang berinisial PL berdiri di simpang 2 jalan dahlan tanjung hendak menuju ke bandara kualanamu pada hari Minggu, (13/7) yang lalu. Tidak lama kemudian oknum sopir angkot A15 menawarkan diri untuk menghantarkannya. Dan PL pun menuruti sopir angkot, yang diduga sopir angkot tersebut berusia 41 tahun dengan ciri – ciri kumis tipis, badan sedikit gemuk dan mobil angkotnya tersebut ditandai dengan porsneling kepala ular kobra.
Sebelumnya, Sopir angkot tersebut sempat membawa PL serta penumpang menuju lin nya ke pinang baris medan.
Kemudian sopir angkot membawa PL kerumahnya yang diduga di daerah deli tua, dan menyuruh PL untuk menundukan pandangan wajahnya ke tanah dan berjalan menuju rumah angkot tersebut.
PL menceritakan apa yang telah terjadi kepada dirinya yang telah diperbuat oleh oknum sopir angkot terhadapnya, “Tunduk kan kepala mu ya, nggak enak di lihat orang, dan sampai dirumahnya, aku disitu di suruh mandi sekira jam 4 sore. Katanya, biar enak ngobatin nya, dan terus aku kayak dihipnotis gitu, disuruh minum air putih, katanya obat, nggak lama kepala ku sempat pusing, habis itu aku didekap (peluk.red), terus aku kayak di jilati gitu, tapi dia nggak sempat masukkan ke anu ku, setelah itu di ajaknya aku narik lagi biar dapat sewa banyak, biar wawak carikan kerja untukmu, tapi di posisi itu aku masih pusing.” Jelas PL
Sekitar pukul 17:30 Wib, PL di antarkan dan turunkan oknum sopir angkot di bandar labuhan ujung tempat pangkalan A15, sekira malam ia berjalan sambil menangis dan dihampiri pedagang tabung Gas, lalu pedagang tabung Gas membawa PL ke salah satu rumah makan padang yang kebetulan ramai orang, lalu dirinya di tolong warga sekitar dan menghubungi keluarganya.
Sangat disayangkan kelakuan oknum sopir angkot A15 ini, ketika keluarga dari ayahnya PL membuat laporan dan didampingi wartawan ke Polresta deli serdang. Namun, adanya kendala dari surat kuasa kedua orang tuanya yang saat ini merantau jauh untuk bekerja. Hingga saat ini keluarga ayahnya PL, diduga tidak membuat laporan akibat kendala surat kuasa tersebut, hingga berita ini ditayangkan awak media tidak mendapatkan info selanjutnya.
Reporter : Ahmad Jais

