Jakarta (Selasa, 8/9/2026) | Langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana mendapat apresiasi dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta.
Sebagai bentuk dukungan, DMI DKI Jakarta menyiapkan 100 Takmir masjid menjadi Relawan Takmir Masjid Siaga Bencana melalui Pelatihan Mitigasi Kebencanaan yang digelar di Gedung PPPIJ, Jakarta Islamic Centre pada Selasa, (8/9/2026).
Pelatihan tersebut diikuti 100 Takmir masjid dari berbagai wilayah DKI Jakarta, khususnya masjid yang berada di kawasan rawan bencana. Para peserta mendapatkan pembekalan mitigasi sekaligus keterampilan dasar menghadapi kondisi darurat.
Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung memimpin Apel Jaga Jakarta Kesiapsiagaan Musim Kemarau 2026 di Silang Monas, Jakarta Pusat, pada 2 September 2026. Pemprov DKI menyiagakan sebanyak 1.027 personel gabungan dan 29 mobil tangki air untuk mengantisipasi kekeringan, krisis air bersih, kebakaran, serta dampak El Niño.
Tenaga Ahli Gubernur DKI Jakarta, Reinhard Sirait, mengatakan Gubernur Pramono Anung sangat mengapresiasi inisiatif DMI dalam membangun relawan berbasis masjid.
“Pak Gubernur Pramono sangat mengapresiasi inisiatif relawan ini. Karena hari ini masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat kegiatan sosial. Komunikasinya paling cepat sampai ke masyarakat,” ujar Reinhard.
Menurut Reinhard, kedekatan masjid dengan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menyampaikan informasi dan membangun kesiapsiagaan di tingkat lingkungan.
Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta, KH Mamun Al Ayubi, menegaskan bahwa masjid harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk ketika menghadapi bencana.
“Kita ingin lahir takmir-takmir masjid yang tanggap, peduli dan siap menjadi bagian dari relawan kebencanaan. Masjid harus menjadi pusat ketangguhan masyarakat,” tegas KH Mamun.
Dalam pelatihan tersebut, BPBD DKI Jakarta memberikan materi mitigasi kebencanaan, sedangkan PMI Jakarta Pusat memberikan praktik dasar pertolongan pertama dan penanganan awal korban dalam situasi darurat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta.
DMI DKI berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus diperkuat sehingga kesiapsiagaan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh hingga lingkungan masjid dan masyarakat.
Dari kebijakan Jaga Jakarta, diperkuat dengan gerakan relawan dari masjid. Bersama, Jakarta dipersiapkan menjadi kota yang semakin tangguh menghadapi bencana.
Reporter: Hilman
Langsung ke konten








