Berita  

Mengejutkan! Polda Sumut Ungkap Temuan Penyebab Antrean BBM Langka di SPBU, Karo Ops: Adanya Kecurangan Pengurangan Jumlah BBM di Mobil Tangki

Share

Sumatera Utara (Kamis, 14/7/2026) | Kepolisian Daerah Sumatera mengatakan telah melakukan rapat koordinasi dengan Pertamina Sumbangut, Disperindag, mengenai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), kemarin.

Berdasarkan hasil penjelasan yang diterima Polisi dari PT Pertamina, ada beberapa permasalahan penyebab BBM sulit didapat, hingga akhirnya menimbulkan kemacetan dimana-mana, akibat antrean.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumut, Kombes Dwi Tunggal Jaladri didampingi Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut, menyampaikan bahwa beberapa diantaranya ialah pemberhentian sopir pengangkut, dan dugaan kecurangan jumlah bahan bakar minyak (BBM), yang dikirim dari Depo Pertamina Medan atau sering disebut sebagai Fuel Terminal Medan, ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Hasil daripada rapat koordinasi yang pertama itu ada pemutusan hubungan kerja dari Pertamina terutama untuk awak muatan transportir,” kata Kombes Dwi Tunggal Jaladri, Kamis (16/7/2026).

Mantan Dirsamapta Polda Sumut ini mengungkapkan, pemutusan hubungan kerja (PHK) sopir ini berdasarkan laporan dari pihak SPBU.

Pihak SPBU mengadukan ke Pertamina adanya penyusutan jumlah bahan bakar minyak (BBM), yang mereka terima, serta keterlambatan tiba.

Keterlambatan tiba diestimasikan selama 2 jam perjalanan, namun bisa molor menjadi 2,5 jam.

“Di mana di dalam pengukuran kemarin dari Ibu Eryana itu, cara mengukur, menyampaikan bahwasanya antara T1 dan T2 yang dikirim oleh Pertamina sampai di SPBU itu terjadi penyusutan. Dan juga keterlambatan, di mana estimasi pengiriman yang selayaknya dua jam, ini terjadi kelambatan menjadi dua setengah jam,” ungkapnya.

Mengenai adanya kecurangan pengurangan jumlah BBM yang diterima SPBU, yang diduga dilakukan Pertamina, ataupun pihak ketiga jasa transportasi (Transportir), Jaladri bilang Polda Sumut belum menerima laporan.

Sejauh ini, laporan dari pihak SPBU yang dirugikan langsung, dan Pertamina belum ada.

Ia mengatakan, Pertamina dan SPBU la yang mengetahui pasti jumlah yang dipesan, dan berapa jumlah BBM yang sampai.

“Tapi kalau pemiliknya tidak lapor, kita tidak bisa, Pak. Karena yang tahu dia kurang berapa, ini berapa, kan harus ada pengukuran.”

 

Reporter: Ahmad Jais Sembiring

banner 468x60