Asahan//15/11/2025.Masalah yang di hadapi dalam dunia pertanian saat ini adalah masalah yang bukan lagi asing bagi para Petani di Indonesia terkhusus Sumatera Utara.Permasalahn pertanian itu di antaranya;
1 . Tanah yang tidak lagi subur akibat Residu Kimia
2 . Mahalnya pestisida dan Pupuk
3 . Minimnya pengetahuan di bidang Pertanian dengan konsep keberlanjutan dan kearifan lokal.
Berangkat dari permasalahan tersebut , PT. INALUM Paritohan Kabupaten Asahan Sumatera Utara memiliki gagasan agar adanya solusi untuk petani di Sumatera Utara. Hal ini di buktikan dengan di berangkatkannya beberapa Petani dari Sumatera Utara ke Nusa Tenggara Timur untuk langsung belajar mengenai Metode Tani Nusantara. Keberangkatan ini bertujuan agar Konsep pertanian yang mudah ,murah ,dan menguntungkan dapat di laksanakan oleh petani di beberapa Kabupaten di Sumatera Utara.
Konsep pertanian ini pertama kali di kerjakan oleh Kelompok Tani Karang Taruna Kecamatan Aek Song-songan Kabupaten Asahan Sumatera Utara. Dan dampaknya sudah terbukti,dari segi permodalan dan bahkan bahan baku pembuatan dari Mikroba,Mikoriza,Pupuk Nusantara, Pestisida Nusantara sangat gampang di peroleh. Sederhana nya adalah,bahwa Metode Tani Nusantara ini seluruh bahan dasarnya di peroleh dari area sekitar lahan Pertanian kita saja.

Dari dasar pembuktian Metode ini,PT Inalum mencoba memberikan jawaban bagi Petani daerah Kabupaten Toba, Kabupaten Batu Bara,dan Kabupaten Karo dengan masalah yang mereka hadapi tentang Dunia Pertanian. Di lihat dari Desa Sionggang Selatan Toba contohnya yang sudah di Perkenalkan dan di Latih oleh PT Inalum beberapa bulan yang lalu,Petani sangat mengapresiasi dengan Metode Tani Nusantara yang sudah di berikan oleh PT Inalum.
Menurut Syahri Al Amin,salah satu peserta dari Kabupaten Asahan yang di berangkat kan ke NTT Tahun lalu ini,bahwa Metode Tani Nusantara sangat mudah di mengerti dan mudah di dapat bahan dasar nya di sekitar kita saja. Metode ini berangkat dari masalah petani dan menlogikan oleh petani jaman dulu. Petani Jaman dulu itu tidak sulit dan ribet serta tanpa Bahan Kimia tapi mampu panen dengan melimpah.”
Di akhir,Syahri Al Amin menjelaskan ,” Petani itu harusnya Distributor atau orang yang memproduksi bukan Konsumen Primer. Pasalnya petani sangat membutuhkan Pupuk dan Pestisida Pabrik ,sampai bahan tersebut adalah patokan sumber panen dan memakan modal yang besar. Kita bisa buat pupuk dan Pestisida Nabati sendiri. Lebih hemat dan mudah. “
Reporter: Nuriman
Langsung ke konten








