SHARE NOW

Wahana Muda Lingkungan Indonesia Dorong Dinas LH DKI Atasi Kualitas Udara Jakarta Memburuk

JAKARTA | TVNYABURUH — Ketua Wahana Muda Lingkungan Indonesia (WMLI), Hilman Firmansyah Mendorong Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Segera Atasi Kualitas Udara Jakarta Yang Memburuk.

Jakarta kembali menjadi salah satu kota dengan kualitas udara yang buruk. Bahkan, Jakarta berada di posisi nomor dua dalam daftar kota yang punya kualitas udara buruk di seluruh dunia.

Data dari IQAir menunjukkan, kualitas udara di Jakarta berada pada angka 159. Angka ini menunjukkan kondisi udara di ibukota yang sangat mengkhawatirkan. Tak hanya itu, konsentrasi partikel udara di Jakarta juga menunjukkan peningkatan sebesar 14,2 kali lebih besar dari pedoman kualitas udara tahunan yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO).

Hilman menyampaikan dampak kualitas udara buruk untuk kesehatan
Polusi udara yang menjadi penyebab utama buruknya kualitas udara di Jakarta tentu menjadi Hal penting yang harus diwaspadai. Sebab, tanpa adanya tindakan penanggulangan, pastinya hal ini akan memberikan pengaruh negatif untuk kesehatan.

Beberapa dampak dari buruknya kualitas udara bagi kesehatan, yakni:

Dampak kualitas udara yang buruk untuk kesehatan tentunya bisa sangat terasa pada sistem pernapasan. Bukan tanpa alasan, ini karena udara selalu masuk ke paru-paru melalui hidung. Apabila udara yang masuk ke saluran pernapasan mengalami kontaminasi, zat-zat berbahaya juga bisa masuk ke paru-paru dan memicu terjadinya kerusakan jaringan di bagian dalamnya.

Dampaknya akan lebih berisiko mengalami berbagai gangguan pernapasan. Misalnya asma, emfisema, infeksi saluran napas, dan penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK. Selain itu, paparan polutan juga dapat mengakibatkan bronkitis kronis.

Selain itu, paparan polusi udara juga dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan kardiovaskuler, dalam hal ini pembuluh darah dan jantung. Hal ini disebabkan dari paparan zat yang termasuk dalam particulate matter. Saat masuk ke sistem pernapasan, paparan ini akan segera memasuki pembuluh darah.

Efeknya, akan terjadi gangguan pada fungsi pembuluh darah. Tak hanya itu, hal ini juga meningkatkan potensi munculnya plak di arteri yang berdampak pada peningkatan masalah kesehatan jantung. Salah satunya penyakit arteri koroner.

Dampak kualitas udara yang buruk juga bisa dirasakan oleh ibu hamil. Dampaknya bisa sangat berbahaya, karena bayi bisa lahir dengan berat badan yang rendah, potensi gangguan emosional, dan kognitif saat anak beranjak remaja, dan autisme.

Buruknya kualitas udara juga bisa memicu penyakit neurodegeneratif atau gangguan saraf karena penurunan pada fungsi otak akibat polusi udara. Masalah ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer, Parkinson, dan bentuk demensia yang lain.

Hilman menegaskan agar Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta terus berupaya untuk melakukan berbagai tindakan untuk mengantisipasi buruknya kualitas udara di Jakarta dengan melibatkan partisipasi masyarakat untuk mengatasi kualitas udara Jakarta yang Bersih tanpa polusi.

Program Langit Biru dan Udara Bersih Untuk Jakarta, serta memperluas area yang difungsikan sebagai ruang terbuka hijau diberbagai titik di 5 Wilayah DKI Jakarta.

masyarakat untuk tetap memakai masker. Terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah ke kawasan dengan tingkat polusi dan pencemaran udara yang tinggi. Tak hanya melindungi dari paparan virus corona, tetapi juga membantu melindungi organ pernapasan dari paparan polusi udara.

Selain itu, Kebijakan Sustainable Mobility yang dapat mengurangi pencemaran udara dan juga merupakan bagian dari strategi untuk mencapai net zero emission.

Hilman memaparkan sumber terbesar polusi udara di Jakarta adalah dari sektor transportasi untuk polutan PM2.5, PM10, NOx, dan CO. Sementara, sektor industri merupakan sumber terbesar untuk polutan SO2.

Hilman menegaskan agar Pemprov DKI Jakarta menjalankan Pengendalian Pencemaran Udara (GDPPU) yang terdiri dari berbagai strategi untuk perbaikan kualitas udara di Jakarta.

Dukungan dari seluruh Masyarakat dan Pemerintah Pusat sangat diperlukan untuk mencapai Udara Jakarta Yang Lebih Bersih.

Laporan: Hilman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER