SHARE NOW

Tuntut 3 Hal, Partai Buruh Bakal Demo di Depan MK dan Istana Senin

JAKARTA | Partai Buruh akan menggelar aksi besar-besaran di depan Kantor Mahkamah Konstitusi (MK) dan Istana Presiden, Jakarta, Senin (5/6).

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan aksi itu akan diikuti oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), ORI Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), hingga organisasi pekerja lainnya.

“Tanggal 5 Juli jam 11 jam, ribuan buruh akan melakukan aksi yang diorganisir Partai Buruh,” ucap Said dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/6).

Dalam aksi itu, kata dia, buruh akan menuntut tiga hal. Pertama, cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja. Kedua, revisi parliamentary threshold 4 persen. Ketiga, cabut presidential threshold 20 persen.

Terkait tuntutan yang pertama tadi, Said mengatakan Partai Buruh sebelumnya telah mengajukan judicial review terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja ke MK. Ia mengungkapkan sidang kedua terhadap judicial review itu akan segera dilakukan.

Sementara untuk tuntutan kedua, Partai Buruh meminta parliamentary threshold 4 persen direvisi dan dimaknai sebagai 4 persen dari jumlah kursi yang ada di DPR RI.

Parliamentary threshold merupakan batas minimum perolehan suara sah partai politik peserta pemilu yang harus dilampaui agar partai politik dapat mengirim kadernya sebagai perwakilan di parlemen.

Sedangkan ketiga, Said dengan tegas meminta presidential threshold 20 persen dicabut.

“Tiga paket undang-undang ini kami sebut demokrasi terpimpin, demokrasi yang tidak berpihak pada rakyat, demokrasi yang berpihak hanya pada elit partai, hanya berpihak pada kepentingan oligarki partai politik, Partai Buruh melawan itu,” tutur Said.

Lebih lanjut, ia menerangkan aksi 5 Juni itu akan bergelombang dan berlanjut ke beberapa daerah di Tanah Air. Said menyebut aksi dengan tuntutan serupa akan dilakukan buruh di Kantor Gubernur Banten pada 6 Juni.

Aksi buruh akan berlanjut di Gedung Sate Bandung pada 7 Juni, 9 Juni di Kantor Gubernur Jawa tengah, dan 14 Juni di Kantor Gubernur Jawa Timur. Setelah itu, aksi juga akan dilakukan di Medan, Aceh, Kepulauan Riau, Bengkulu, Pekanbaru, Bandar Lampung, Samarinda, dan Banjarmasin.

Kemudian di Pontianak, Morowali, Konawe, Gorontalo, Mimika, Jayapura, Manokwari, Sorong, Ternate, Ambon, Kupang, serta Mataram.

“Semua aksi ini diorganisir Partai Buruh mulai 5 Juni hingga terakhir sekitar 20 Juli,” tutup Said.

#red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER