SHARE NOW

Rahasia Orang yang Tak Pernah Kena Covid Terungkap, Simak!

JAKARTA | Selama tiga tahun terakhir, mungkin hampir semua orang yang kita kenal sudah pernah terinfeksi virus Covid-19 satu kali atau bahkan lebih. Namun, ada segelintir orang yang mengaku tidak pernah tertular sama sekali sejak awal pandemi 2020.

Sejumlah penelitian berusaha mencari tahu alasan ada orang yang kebal pada virus tersebut. Termasuk meneliti apakah ada keterkaitannya dengan gen, dikutip dari Science Alert, Kamis (16/2/2023).

Lindsay Broadbent, virolog di University of Surrey menyatakan bahwa salah satu penelitian yang dilakukan para peneliti di Amerika Serikat (AS) mengamati orang-orang yang sudah terpapar virus namun tidak terinfeksi.

Subjek peneliti adalah petugas kesehatandan orang yang tinggal serumah dengan mereka yang terkonfirmasi Covid-19. Para peneliti akan memeriksa DNA dan mencari mutasi tidak biasa untuk menjelaskan hal tersebut.

Studi ini telah dilakukan sebelumnya. Ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi mutasi genetika yang membuat orang kebal terhadap HIV dan norovirus.

Teorinya, menurut Broadbent, jika mutasi genetika ditemukan, ilmuwan bisa mengembangkan perawatan yang efektif untuk penderita berbagai penyakit tersebut.

Namun, memahami mutasi genetika saja tak cukup. Di kalangan ilmuwan, memang sudah ada penelitian tentang kekebalan sebagian kecil orang terhadap norovirus karena mutasi genetika. Meskipun alasannya sudah diketahui, dunia sains masih belum bisa mengonversi pemahaman tersebut ke obat atau perawatan yang ampuh.

Langkah radikal yang pernah ditempuh adalah meng-“edit” gen saat manusia masih di dalam kandungan, seperti sekelompok bayi yang terkenal dengan nama “bayi CRISPR” dengan tujuan membuat mereka kebal HIV. Ini tentunya, bermasalah soal etika.

Mencari obat

Broadbent mencatat mungkin bukan mutasi pada satu gen namun kombinasi dari banyak gen yang akhirnya membuat mereka kebal pada Covid-19.

Namun, mengutak-atik lebih dari satu gen bisa menimbulkan dampak sampingan yang tidak diketahui. Peneliti bakal lebih kesulitan untuk mengembangkan perawatan berdasarkan penelitian seperti ini.

Karena itu, memahami mutasi gen yang membuat orang kebal Covid memang menarik untuk ilmu pengetahuan. Bagi pengembangan kesehatan, tidak.

 

Selain soal mereka yang tidak terpapar, ada juga fenomena ‘Long Covid’. Ini adalah kondisi saat seseorang masih mengalami gejala Covid-19 setelah dinyatakan sembuh atau negatif.

Sudah banyak kasus yang dilaporkan terkait Long Covid-19. Termasuk dua juta orang di Inggris, dengan seperlimanya memiliki gejala parah hingga membatasi aktivitas sehari-hari secara signifikan.

Ada banyak teori terkait hal termasuk, misalnya peradangan kronis. Namun memang belum ada informasi yang pasti soal alasan seseorang terinfeksi Long Covid-19.

Penelitian genetika bisa fokus ke permasalahan ini. Daripada mencari gen yang membuat orang kebal terhadap Covid, lebih baik mencari gen yang membuat orang terus-terusan menderita dampak dari Covid.

#tim

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER