SHARE NOW

Poros Rawamangun di Tolak Bertemu Menkes, Diduga Kemenkes Tak Punya “Sense Of Crisis”

JAKARTA | TVNYABURUH — Jargon aparatur sipil negara sebagai abdi negara dan juga sebagai pelayan masyarakat nampaknya hal itu hanya terkesan basa-basi belaka pasalnya pada realitasnya masih banyak dijumpai aparatur negara yang enggan melakukan pelayanan kepada masyarakat secara tulus, iklas serta optimal bahkan seringkali dijumpai Tindakan abdi negara tersebut yang tidak merespon aspirasi dan tidak peduli terhadap masyarakat yang ingin menyampaikan keluhannya ke instansi negara.

Realitas ini terjadi tatkala adanya penolakan permohonan audensi Poros Rawamangun kepada Menteri Kesehatan dilakukan oleh staf Kementerian Kesehatan RI yang notabene sebagai Aparatur Sipil Negara, yang semestinya paham soal tupoksinya untuk melayani masyarakat.

Dan itu diatur dalam Undang-Undang nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.

Dalam Undang-Undang tersebut sudah diperjelas adanya tugas ASN adalah memberikan pelayanan publik secara profesional serta menghormati masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, demikian disampaikan Rudy Darmawanto, Ketua Poros Rawamangun. Senin, (14/11/2022) di Jakarta.

“Kami sudah memenuhi prosedur mekanisme dan etika dengan mengirim surat permohonan audensi ke Menkes tapi ternyata jawaban atas surat kami tersebut membuat kami terkejut, surat Kami ditolak kemudian hanya diberitahu melalui Whatsapp.

“Penolakan tersebut tanpa disebutkan alasannya, inikan tidak professional dan juga tidak menghargai komunikasi, konsultasi serta kerja sama dengan komponen masyarakat”. ungkap Rudy.

Menurut Rudy pada hari selasa, (8/11/ 2022) dirinya bersurat ke Kementerian Kesehatan, isi surat itu terkait permohonan audensi dengan Menteri Kesehatan RI untuk menyampaikan keluhan dari keluarga korban kepada Menteri Kesehatan dan sekaligus membicarakan langkah solusi bagi korban beserta keluarganya dari kalangan prasejahtera yang sudah sekian lama mengalami penderitaan karena anaknya mengidap gangguan ginjal akut.

Adapun langkah bersurat ke Menteri Kesehatan tersebut merupakan langkah komunikatif, konsultatif dan menjalin Kerjasama dalam penanganan kasus gangguan gagal ginjal akut.

Masyarakat yang datang ke posko Poros Rawamangun sebanyak 21 orang yang menderita akibat gagal ginjal akut anak, tapi ternyata niat baik tersebut di tolak oleh Kemenkes tanpa alasan yang jelas.

Padahal di dalam pasal 4 Undang-Undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN telah disebutkan nilai dasar ASN yakni menghargai komunikasi, konsultasi dan kerja sama, akan tetapi dengan adanya penolakan dari Kemenkes tersebut ini, berarti telah mengabaikan salah satu nilai dasar sebagai ASN.

“Selain itu menurut Rudy, penolakan ini bisa dikatakan kemenkes tidak aspiratif bahkan terindikasi melecehkan hak kami sebagai warga negara untuk menyampaikan keluhan kepada pemerintah dalam hal ini Kemenkes RI.

Ini sangat memprihatinkan, Kami akan melaporkan hal ini ke Komisi Aparatur Sipil agar ada sanksi bagi mereka yang diduga melanggar aturan tentang ASN ditindak tegas. Dan ini juga bukti bahwa Kemenkes tidak punya sense of crisis ”. tegas Rudy Darmawanto.

Sementara itu hal senada juga disampaikan Jamaluddin warga Jatinegara, Jakarta Timur menuturkan bahwa ketika anaknya bernama Gali Naufal, usia 10 tahun divonis menderita gangguan ginjal akut dirinya merasa bingung, harus berbuat apa untuk menyembuhkan anaknya tersebut. sudah dibawa ke dokter dan juga sudah ke Puskesmas tapi pelayanannya kurang optimal, lalu dirinya bertemu dengan Rudy Darmawanto bersama teman-teman Poros Rawamangun. Dan dia merasa terbantu untuk mengobati putranya tersebut.

“Ya, untungnya ada bang Rudy sehingga kami merasa terbantu untuk mengobati anak saya. Dan jujur kami sangat kecewa atas penolakan untuk bisa bertemu Menteri Kesehatan oleh Staf Kemenkes dengan alasan yang tidak jelas padahal kami ingin menyampaikan ke Menteri Kesehatan mengenai pelayanan pengobatan anak kami yang kurang optimal serta biayanya tinggi”. ungkap Jamalludin.

Laporan: Hilman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER